MUATAN SOSIAL, POLITIK , DAN BUDAYA KANDHA DAN SINDHÈNAN TARI BĚDHAYA SĚMANG DALAM NASKAH SĚRAT KANDHA BĚDHAYA SRIMPI

Fransisca Tjandrasih Adji(1*),


(1) Sanata Dharma University
(*) Corresponding Author

Abstract


Tari bĕdhaya merupakan tari klasik yang sangat tua usianya dan merupakan kesenian asli kerajaan-kerajaan di Jawa. Sebagai sebuah genre tari, bĕdhaya ditempatkan sebagai salah satu bentuk seni pertunjukan yang paling penting di Kraton Yogyakarta. Dalam tari bĕdhaya unsur penting untuk memudahkan mengetahui ceriteranya adalah pada kandha dan sindhènan-nya. Kandha dan sindhènan menjadi mediasi bagi penonton untuk memahami konteks tari bĕdhaya. Namun demikian, sejauh penulis ketahui, unsur kandha dan sindhènan tari bĕdhaya belum pernah dibahas oleh pemerhati tari bĕdhaya. Hal yang banyak dibahas adalah unsur koreografi dan makna simbolis gerak tari bĕdhaya. Naskah Kagungan Dalem Sěrat Kandha Bědhaya Srimpi koleksi KHP Widya Budaya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat (dengan kode naskah W.7-B 24) merupakan satu-satunya naskah yang muncul pada masa Hamengku Buwana V yang memuat tentang tari bĕdhaya dan yang masih dapat dibaca. Dalam naskah ini terdapat kandha dan sindhènan tari Bědhaya Sěmang, yang berbeda dengan kandha dan sindhènan tari Bědhaya Sěmang dalam beberapa naskah yang lain. Untuk melihat perbedaan itu digunakan pendekatan intertekstual. Perbedaan kandha dan sindhènan tari Bědhaya Sěmang berkaitan dengan ideologi Hamengku Buwana V. Dengan demikian, melalui kandha dan sindhènan tari Bědhaya Sěmang dalam naskah W.7-B 24 dapat dimengerti dan dipahami ideologi Hamengku Buwana V.

Keywords


Sastra

References


Baal, J. Van., (1988), Sejarah dan Pertumbuhan Teori Antropologi Budaya (Hingga Dekade1970), Jilid 2, Jakarta: Penerbit PT Gramedia.

Baried, S. B, dkk., (1983), Pengantar Teori Filologi. Yogyakarta: Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.

Beatty, A, (2004), Varieties of Javanese Religion: An Anthropological Account, Cambridge: Cambridge University Press.

Darsono, (2009), “Pengetahuan Dasar Swarawati”, bahan kursus dasar swarawati se Jawa Tengah, ISI Surakarta.

Dewan Ahli Yayasan Siswa Among Beksa Ngayogyakarta Hadiningrat, (1981), Kawruh JogedMataram, Yogyakarta: Yayasan Siswa Among Beksa.

Dinusatama, R.M., (1981), “Kandha” dalam Fred Wibowo, Mengenal Tari Klasik Gaya Yogyakarta, Dewan Kesenian Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Proyek Pengembangan Kesenian Daerah Istimewa Yogyakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, hlm. 143–163.

Fathurahman, O, (2015), Filologi Indonesia: Teori dan Metode, Jakarta: Prenadamedia Group.

Hadiwidjojo, KPH., (1981), Bĕdhaya Ketawang: Tarian Sakral di Candi-candi, Jakarta: Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Heryanto, F, (2003), Mengenal Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Cetakan Ketiga, Yogyakarta: Warna Grafika.

Hughes-Freeland, F, (2009), Komunitas yang Mewujud: Tradisi Tari dan Perubahan di Jawa, Terjemahan Nin Bakdi Soemanto, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Ikram, A, (1997), Filologia Nusantara, Penyunting: Titik Pudjiastuti dkk., Jakarta: Pustaka Jaya.

Lindsay, J, R.M. Soetanto, dan Alan Feinstein, (1994), Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Jilid 2: Kraton Yogyakarta, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Macdonell, A.A, (1954), A Practical Sanskrit Dictionary, Oxford: Oxford University Press.

Magnis-Suseno, (1988), Etika Jawa, Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa, Jakarta: PT Gramedia.

Martopangrawit, R.L., (1988), Dibuang Sayang: Lagu dan Cakepan Gerongan Gending-gending Gaya Surakarta, Surakarta: Penerbit Seti-Aji dan Akademi Seni Karawitan Indonesia Surakarta.

Plett, H. F., (1991), “Intertextualities”, Heinrich F. Pleet (ed.), Intertextuality, Berlin and New York: Walter de Gruyter, p. 3-29.

Poerwadarminta, W.J.S., (1939), Baoesastra Djawa, Groningen, Batavia: J.B. Wolters’ UitgeversMaatschappij N.V.

Purwadmadi, (2014), Ragam Seni Pertunjukan Tradisi # 3, Dokumentasi Rekonstruksi Tari Klasik Gaya Yogyakarta: Bĕdhaya Kuwung-kuwung, Beksan Guntur Segara, Bĕdhaya Angronsekar, Beksan Bugis, Yogyakarta: UPTD Taman Budaya, Dinas Kebudayaan daerah Istimewa Yogyakarta.

Ricklefs, M.C., (1998), The Seen and Unseen Worlds in Java 1726 – 1749: History, Literature and Islam in the Court of Pakubuwana II, Asian Studies Association of Australia in Association with Allen & Unwin and University of Hawai’i Press Honolulu.

--------------------, (2001), A History of Modern Indonesia since c.1200 Third Edition, Houndmills, Basingstoke, Hampshire RG21 6XS: Palgrave.

Riffaterre, M, (1978), Semiotics of Poetry, Bloomington and London: Indiana University Press.

Robson, S.O., (1994), Prinsi-prinsip Filologi Indonesia, Jakarta: RUL.

Sabdacarakatama, Ki, (2009), Sejarah Kraton Yogyakarta, Yogyakarta: Penerbit Narasi.

Sedyawati, E, (1985), “Pengaruh India pada Kesenian Jawa: Suatu Tinjauan Proses Akulturasi”, dalam Soedarsono, et al., ed., Pengaruh India, Islam, dan Barat dalam Proses Pembentukan Kebudayaan Jawa, Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Halaman 3 – 11.

Soedarsono, (1974), Dance in Indonesia, Jakarta: Gunung Agung.

Suharti, T, (2015), Bĕdhaya Sĕmang Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat Reaktualisasi Sebuah Tari Pusaka, Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Sukatno, O. CR., (2015), Seks Para Pangeran, Cetakan 1, Yogyakarta: Araska.

Surjodiningrat, R.M. Wasisto,1970 Gamelan Tari dan Wayang di Jogjakarta, Jogjakarta: Universitas Gadjah Mada.

Suryobrongto, GBPH, (1981), “Sejarah Tari Klasik Gaya Yogyakarta” dalam Fred Wibowo, Mengenal Tari Klasik Gaya Yogyakarta, Dewan Kesenian Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Proyek Pengembangan Kesenian Daerah Istimewa Yogyakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, hlm. 30 – 33.

Suwarno, Y., (1998), Wewarah Basa Jawa, Yogyakarta: Penerbit S.A. Dhaksinarga.

Teeuw, A., (1984), Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Teori Sastra, Jakarta: Pustaka Jaya.

Teeuw, A., dan S.O. Robson, (1981), Kuňjarakarna Dharmakathana: Liberation Through the Law of Buddha. An Old Javanese Poem by Mpu Dusun, The Hague: Martinus Nijhoff.

Wironegoro, KPH, dkk., Kamus Budaya Jawa, Penerbit Ilmu Giri, kementrian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Wiryamartana, I. K, (1990), Arjunawiwāha: Transformasi Teks Jawa Kuna Lewat Tanggapan dan Penciptaan di Lingkungan Sastra Jawa, Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Zoetmulder, P.J., (1982), Old Javanese-English Dictionary, Part 1-2, ‘S-Gravenhage: Martinus Nijhoff.

--------------------, (1983), Kalangwan: Sastra Jawa Kuna Selayang Pandang, Terjemahan Dick Hartoko, Jakarta: Penerbi Djambatan.

“Regalia”, https:www.kratonjogja.id/regalia. Diunduh pada tanggal 28 September 2018.

“Sultan Hamengku Buwono II”, http://kratonjogja.id/raja-raja/3/sri-sultan-hamengku-buwono-ii. Diunduh pada tanggal 20 Februari 2015.

“Sultan Hamengku Buwono V”, http://kratonjogja.id/raja-raja/6/sri-sultan-hamengku-buwono-v. Diunduh pada tanggal 20 Februari 2015.

“Sultan Hamengku Buwono X Pentaskan Bĕdhaya Harjunawijaya”, http://www.tempo.co/read/news/2010/04/15/113240728/Sultan-Hamengku-Buwono-X-Pentaskan-BĕdhayaHarjunawijaya diunggah Kamis, 15 April 2010 diunduh pada tanggal 15 Desember 2014.

“Tari Bedhoyo Ketawang”, http://www.karatonsurakarta.com/tari%20bedhoyo.html diunduh pada tanggal 17 Desember 2014.

Black, M, (2007), Women in Ritual Slavery: Devadasi, Jogini and Mathamma in Karnataka and Andhra Pradesh, Southern India, Anti-Slavery International 2007, www.antislavery.org, accessed: 10/12/2016.

Brakel-Papenhuyzen, C, (1992), “Of Sastra, Pènget And Pratélan: The Development Of Javanese Dance Notation”, Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, Deel 148, 1ste Afl. (1992), pp. 3-21, Published by: KITLV, Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies Stable, http://www.jstor.org/stable/27864299, Accessed: 07/02/2015 17:25.

Carey, P, (1997), “Civilization on Loan: The Making of an Upstart Polity: Mataram and Its Successors, 1600-1830”, in Modern Asian Studies, Vol. 31, No. 3, Special Issue: “The Eurasian Context of the EarlyModern History of Mainland South East Asia, 1400-1800” (Jul., 1997), pp. 711-734, Cambridge University Press, http://www.jstor.org/stable/312797, accessed: 23/02/2015 22:29.

Chawla, A, (2002), “Devadasis – Sinners or Sinned Against. An attempt to look at the myth and reality of history and present status of Devadasis “, www.samarthbharat.com, accessed: 10/12/2016.

Deepa, B. and D. Suvarna Suni, (2016), “Devadasi System: Forced Prostitution by Dalit Women on The Name of Religion”, IMPACT: International Journal of Research in Humanities, Arts and Literature (IMPACT: IJRHAL), ISSN(P): 2347-4564; ISSN(E): 2321-8878 Vol. 4, Issue 2, Feb 2016, 63-70. © Impact Journals, accessed: 10/12/2016.

Epp, L. J, (1997), ““Violating The Sacred” ? The Social Reform Of Devadasis Among Dalits In Karnataka, India” A thesis submitted to the Faculty of Graduate Studies in partial fuifilment of the requirements for the degree of Doctor of Philosophy Graduate Programme in Anthropology, York University, North York, Ontario, October 1997, National Library of Canada. accessed: 23/02/2015.

Kalaivani, R., (2015), Devadasi System in India and Its Legal Initiatives – An Analysis. IOSR Journal Of Humanities And Social Science (IOSR-JHSS) Volume 20, Issue 2, Ver. II (Feb. 2015), PP 50-55 e-ISSN: 2279-0837, p-ISSN: 2279-0845. www.iosrjournals.org, accessed: 10/12/2016.

Resink, G. J., (1997), “Kanjeng Ratu Kidul: The Second Divine Spouse of the Sultans of Ngayogyakarta”, Asian Folklore Studies, Vol. 56, No. 2 (1997), pp. 313-316, Nanzan University, http://www.jstor.org/stable/1178729 , accessed: 07/02/2015 17:53.

Naskah dan Buku Ketikan

BS 1-2 Bědhaya Sěmang

K.126-B/S 1B Sěrat Pasindhѐn sarta Běksa Bědhaya Sěmang

K.131-B/S 9 Sěrat Kandha

K.132-B/S 11 Sěrat Pasindhèn

K.140-B/S 19 Sěrat Pasindhèn Bědhaya utawi Srimpi

NTK Sěrat Pasindhèn Candran Abdi Dalěm

W.7-B 24 Sěrat Kandha Bědhaya Srimpi

W.218-E 8 Arsip Serat-serat Hamengkubuwana V lan Hamengkubuwana VI: 1823-1874 AD

W.219-E 24 Cathetan Warni-warni bab Kraton Ngayogyakarta: 1846-1850 AD

W.220-E 41 Cathetan Warni-warni bab Kraton Ngayogyakarta: 1850-1855 AD


Article Metrics

Abstract view : 110 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 19 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXING PARTNERS:
ISJD

SPONSORED BY:

Web
Analytics View My Stats