PENYUSUNAN UNDANG-UNDANG BURUH ANAK DI HINDIA BELANDA MASA KOLONIAL

Hayu Adi Darmarastri(1*),


(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Artikel ini mengkaji sikap pemerintah kolonial Belanda terhadap keberadaan buruhanak dilihat dari pembentukan undang-undang buruh anak di Hindia Belanda pada masa kolonial. Meningkatnya jumlah perusahaan perkebunan di Hindia Belanda akibat dikeluarkannya Undang-Undang Agraria (Agrarische Wet) pada tahun 1870 berdampak kepada peningkatan kebutuhan tenaga kerja. Tidak hanya orang dewasa saja yang ikut menjadi pekerja namun anak ternyata juga ikut terlibat menjadi tenaga kerja di perkebunan. Peraturan yang dibuat untuk pekerja dewasa tentu saja tidak dapat diberlakukan bagi buruh anak.Menarik kiranya untuk meneliti tentang undang-undang bagi buruh anak di masa kolonial. Pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran pemerintah kolonial Belanda dalam proses penyusunan undang-undang buruh anak di masa kolonial? Apakah undang-undang tersebut mampu menghapus ikut sertanya anak sebagai pekerja di masa kolonial? Artikel ini menggunakan metode sejarah kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan undang-undang buruh anak tidak disusun berdasarkan keinginan pemerintah untuk membela kepentingan anak sebagai tenaga kerja namun lebih sebagai pemberian legitimasi bagi anak di usia tertentu sebagai pekerja legal.

Keywords


undang-undang buruh anak; pemerintah kolonial; perusahaan perkebunan; pekerja anak

References


Kantoor van Arbeid 1937.

Kantoor van Arbeid 1939.

Angelino, P. de Kat. (1929). Verslag betreffende eene door den inspecteur bij het Kantoor van Arbeid, P. de Kat Angelino op de Vorstenlandsche tabaksondernemingen gehouden enquete. Batavia: Landsdrukkerij.

Angelino, P. de Kat.(1930-1931). Rapport betreffende eene gehouden enquete naar de arbeidstoestan in de batikkerijen op Java en Madoera. Weltevreden: Landsdrukkerij, 3 Vols.

Arifin, S., Fahmi Panimbang, Abu Mufakir, Fauzan (eds.). (2012), Memetakan Gerakan Buruh: Antologi Tulisan Perburuhan Mengenang Fauzi Abdullah.Depok: Kepik.

Darmarastri, H. A., “Wages of Child Labor in Tobacco Plantations in Afdeeling Klaten, 1870‒1930” artikel sudah dipresentasikan dalamThe 1st UGM International Conference on Southeast Asia Studies (ICSEAS), tanggal 13-14 Oktober 2016 diGedung Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Darmarastri, H. A., “Pekerja Anak di Perkebunan Tembakau di Afdeeling Klaten, 1870-1930” artikel sudah dipresentasikan dalam Seminar Sejarah Lokal Munas II PPSI, tanggal 12 November 2016 di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Jakarta.

Elmhirst, R. and Ratna Saptari (eds.). (2004). Labour in Southeast Asia: Local processes in a global world. Madison Eve, New York: Routledge Curzon.

Erman, E. dan Ratna Saptari (eds.). (2013). Dekolonisasi Buruh Kota dan Pembentukan Bangsa. Jakarta: KITLV-Jakarta-NIOD-Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Ingleson, J.(2015). Buruh, Serikat dan Politik: Indonesia pada 1920an-1930an (terj.). Tangerang: Marjin Kiri.

International Labour Organisation. (2003). Investing In Every Child. Geneva: ILO Press.

Locher-Scholten, E. and Anke Niehof.(1987). Indonesia Women in Focus: Past and Present Notions. Dordrecht-Holland: Foris Publications.

Locher-Scholten, E.(2000). Women and The Colonial State: Essays on Gender and Modernity in The Netherlands Indies 1900-1942. Amsterdam: Amsterdam University Press.

Mubyarto.(1983). “Sistem Perkebunan di Indonesia Masa Lalu dan Masa Depan”, Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI), Perkebunan Indonesia di Masa Depan. Jakarta: Yayasan Agro Ekonomika.

Reijden, B. (1934-1936). Rapport betreffende eene gehouden enquete naar de arbeidstoestanden in de industrie van strootjes en inheemsche sigaretten opJava. Batavia: Landsdrukkerij, 3 Vols.

Sucahyo, N. (2015). Mengurangi Keterlibatan Anak Bekerja di Sektor Pertanian. Diakses 15 Maret 2017, 13.15 WIB dalam http://www.voaindonesia.com/a/mengurangi-keterlibatananak-bekerja-di sektor-pertanian

Thijs, G. and Pandji Putranto. (1992). Buruh Anak di Sektor Informal-Tradisional dan Formal. Jakarta: Pusat Pembinaan Sumber Daya Manusia & Yayasan Tenaga Kerja Indonesia.

Tjoeng, T.F. (1948), Arbeidstoestanden en Arbeidsbescherming in Nederlandsch-Indie.‘sGravenhage: van Stockum.


Article Metrics

Abstract view : 97 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 29 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXING PARTNERS:
ISJD

SPONSORED BY:

Web
Analytics View My Stats