MENYELAMATKAN NADI KEHIDUPAN: PENCEMARAN SUNGAI BRANTAS DAN PENANGGULANGANNYA DALAM PERPEKSTIF SEJARAH

Abstract

Sungai mempunyai peran vital bagi berlangsungnya kehidupan. Mengingat begitu pentingnya sungai bagi kehidupan, keberadaan sungai telah menarik minat sejumlah peneliti untuk mengangkatnya dalam penulisan sejarah. Kajian-kajian historis tentang sungai cenderung melihat peran sentral sungai sebagai fondasi peradaban dan sungai sebagai sumber bencana dalam bentuk banjir. Belum banyak kajian sejarah yang menyoroti sungai sebagai elemen lingkungan yang sedang sekarat. Oleh karena itu, tulisan ini bermaksud untuk mengkaji problem pencemaran Sungai Brantas dan upaya penanggulangannya dalam perspektif sejarah. Sungai Brantas dijadikan sebagai fokus kajian dengan pertimbangan bahwa sungai ini merupakan sungai terbesar dan terpenting di wilayah Jawa Timur, serta kondisi cabang-cabang Sungai Brantas khususnya di kawasan kota Surabaya mengalami pencemaran. Tulisan ini bertujuan: 1) Mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan parahnya problem pencemaran yang terjadi di Sungai Brantas dan 2) Menjelaskan upaya-upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi problem pencemaran Sungai Brantas.____________________________________________________________River has a vital role for life. Given the importance of the river for life, the existence of the river has attracted the interest of a number of researchers to raise it in historical writing. Historical studies of rivers tend to see the central role of rivers as the foundation of civilization and as a source of disasters in the form of flooding. There have not been many historical studies that highlight the rivers as an element of the environment that is dying. Therefore, this paper intends to examine the problem of Brantas River pollution and efforts to overcome it in a historical perspective. The Brantas River is used as the focus of the study with the consideration that this river is the largest and most important river in the East Java region, and the condition of the Brantas River branches, especially in the Surabaya city area, has been polluted. This paper aims at examining the sources that caused the growing pollution problem that occured in the Brantas River and explaining the efforts that have been made to overcome the problem of Brantas River pollution.
https://doi.org/10.52829/pw.132
PDF (Bahasa Indonesia)

References

Arsip dan Koran

Bapersip Jatim (Surabaya). “Nota Dinas Pjs Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Moh Raojani Noerbambang, S.H. kepada Asisten Sekwilda Bidang Pembangunan, 6 Mei 1983.

Bapersip Jatim (Surabaya). No. Koleksi 63/8/BPM, “Daftar Analisa Laporan Periodik Air Buangan dari Perusahaan PMDN/PMA di Jatim s/d Juli 1988.

Keputusan Gubernur Kepala daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor 275 tahun 1991 tentang Penetapan Industri Sebagai Sumber Pencemar Yang Mendapat Prioritas Dalam Program Kali Bersih Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur. Lembaran Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur No 275 Seri D, 27 Mei 1991.

Keputusan Gubernur Kepala daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor 276 tahun 1991 tentang Penetapan Sungai Yang Merupakan Prioritas Dalam Program Kali Bersih (Prokasih) di Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur. Lembaran Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur No 275 Seri D, 27 Mei 1991.

Surabaya Post, “Kebutuhan dan Idealisme”, 19 Maret 1989, hlm. 10.

Tabloid Tokoh, “Trimaryono SH, Jenderal Limah dari Jawa Timur, Jika Sidak Tidak Disuguhi Jamuan Makan, Edisi 13-19 September 1999.

Artikel, Buku, dan Laporan

Asnan, Gusti. (2016). Sungai dan Sejarah Sumatra. Yogyakarta: Ombak.

Bappeda Jatim dan PU Jasa Tirta Malang,(1993). “Penanganan Pencemaran Sungai (Monitoring Limbah Industri)”, Laporan Akhir, Perjanjian Kerjasama Antara Bappeda Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur dengan Perusahaan Umum Jasa Tirta Malang.

Dick, H.W. (2003). Surabaya, City of Work: A Socioeconomic History, 1900-2000. Ohio: Ohio University Press.

Gunawan, Restu. (2008). Sungai sebagai Pusat Peradaban: Prosiding Seminar Perubahan DAS Brantas dalam Perspektif Sejarah. Jakarta: Direktorat Geografi Sejarah.

Gunawan, Restu. (2010). Gagalnya Sistem Kanal: Pengendalian Banjir Jakarta dari Masa ke Masa. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Hageman, J.Cz. (1858). “Bijdragen tot de kennis van de Residentie Soerabaja”, Tijdschrift voor Nederlandsch Indie, 20(2).

Indriyanto. (2015). “Menjadi Pusat Pelayaran dan Perdagangan Interregional: Pelabuhan Surabaya 1900-1940”. Disertasi. Yogyakarta:Fakultas Ilmu Budaya UGM.

Kumalasari, Irma. (2018). “Gerakan Kali Bersih di Kali Surabaya Tahun 1987-1997”, Skripsi. Jember: Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya.

Lucas, Anton dan Arief W.Djati. (2000). The Dog is Dead so Throw it in the River: Environmental Politics and Water Pollution in Indonesia: an East Java Case Study. Clayton: Monash Asia Institute.

Nagtegaal, Luc.(1995). “Urban Pollution in Java, in J.M, Nash.Leiden: CNWS,

Sarkawi. (2016). “Mengubah dan Merusak Lingkungan, Mengundang Air Bah: Banjir di Kota Surabaya pada Paruh Kedua Abad ke-20”, Disertasi tidak terbit, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

Von Faber, G.H. (1931).Oud-Soerabaia. Soerabaia: Kolff.

Storey, William Kelleher. (2011). Menulis Sejarah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tim Ozon. (2003). “Proper: proyek Pemeringkatan?, Majalah Ozon, Maret 2003.