MANGKUBUMI SANG ARSITEK KOTA YOGYAKARTA

Dwi Ratna Nurhajarini,M.Hum(1*), Baha'Uddin Baha'Uddin(2),


(1) Balai Pelestarian Nilai Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta
(2) Departemen Sejarah FIB UGM
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini membahas tentang awal terbentuknya Kota Yogyakarta yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Artikel ini disusun dengan menggunakan studi pustaka dan artefak tinggalan sejarah yang menjadi simbol-simbol kota sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan, Pangeran Mangkubumi  membangun Kota Yogyakarta dengan  pertimbangan geografis, sosial - budaya, pertahanan dan politis, serta kota yang penuh makna filosofi. Kota dibuat berdasar fungsi – fungsi yang mewadahi aktivitas warga masyarakat, seperti yang terwujud dalam artefak yang sampai sekarang masih dapat dilihat dan menjadi urban heritage di Yogyakarta. Bangunan – bangunan itu adalah kraton itu sendiri yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan; masjid gedhe Kauman sebagai ruang religi dan moral; Pasar Beringharjo sebagai ruang ekonomi dan Alun-alun sebagai ruang publik. Untuk menghasilkan narasi dalam artikel ini memakai metode sejarah dari pengumpulan sumber hingga penulisan.

____________________________________________________________

This research discusses about the initial formation of Yogyakarta city built by Sutlan Hamengku Buwono I. This article was conducted using literary research and historical artefact as city symbols as the data. The result shows that Pangeran Mangkubumi built Yogyakarta city in the consideration of geographical, social, cultural, defensive and political, and philosophical meaningful aspects as well. The city was built based on functions as the base of social activities, like the expression of the artefacts up to now as the urban heritage in Yogyakarta. The buildings are kraton itself in function as the centre of governance; Kauman Great Mosque as the religion and moral space; Beringharjo traditional market as economical space and alun-alun (great yard) as public space. The narration of this article was used historical and collecting sources methods.


Keywords


Kota Yogyakarta; kota istana; Kraton Yogyakarta; Hamengku Buwono I; simbol kota

Full Text:

PDF

References


Balai Pelestarian Cagar Buadaya DIY, tt. Keraton Yogyakarta.

Budi Santoso, Revianto, et al., Dari Kabanaran Menuju Yogyakarta, Yogyakarta, Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya, 2008.

Houben, V.H.B, Kraton dan Kompeni. Surakarta dan Yogyakarta, 1830-1870. Jogjakarta: Bentang Budaya, 2002.

Kedaulatan Rakjat, 7 Oktober 2009.

Knaap, G., Cephas, Yogyakarta Photography in the Service of the Sultan. Leiden: KITLV Press, 1999.

Kuntowijiyo, Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya, 1995.

Kraton Yogyakarta, Kraton Jogja: The History and Cultural, Yogyakarta: Indonesia Marketing Association, 2002.

Lombard, Denys, Nusa Jawa: Silang Budaya. Warisan Kerajaan-Kerajaan Konsentris. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005.

Margana, S.“Biografi Politik Sultan Hamengku Buwana I”. Makalah, diseminarkan dalam acara Dialog Kesejarahan, Dinas Kebudayaan DIY, tgl 10-21 Agustus 2014.

Media-kitlv.nl

Moedjanto, G. (2001) "Lahirnya Kesultanan Yogyakarta dan Hamengku Buwana I" dalam Seminar Bulanan Javanologi, Yogyakarta 23 Februari 2001.

Naskah Akademik Hari Jadi Yogyakarta, 2016.

Notosuroto, Kasultanan Yogjakarta. Yogyakarta: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional, 1986.

Nurhajarini, D.R. dkk. Yogyakarta Dari Hutan Beringan Ke Ibukota Daerah Istimewa. Yogyakarta: Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Balai Pelestarian Sejarah Dan Nilai Tradisional, 2012.

Panitya Peringatan Kota Yogyakarta 200 Tahun, Kota Jogjakarta 200 tahun, 7 Oktober 1756-7 Oktober 1956, Yogyakarta: Panitya Peringatan Kota Jogjakarta 200 Tahun, 1956.

Pemda Kota Yogyakarta, 2017. Sejarah Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta. Biro Tata Pemerintahan, DIY.

Priyono, Umar, et al., Buku Profil Yogyakarta City of Philosophy. Yogyakarta: Dinas Kebudayaan DIY, 2015.

Ricklefs, M.C. Yogyakarta di Bawah Sultan Mangkubumi 1749- 1792. Sejarah Pembagian Jawa. Yogyakarta: Matabangsa, 2002.

Sjoberg, Gideon, The Preindustrial City. Past and Presen. New York: The Free Press, 1967

Soedarsono, Wayang Wong. Drama Tari Ritual Kenegaraan di Kraton Yogyakarta. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1997.

Surjomihardjo, A. Kota Yogyakarta 1880-1930: Sejarah Perkembangan Sosial. Yogyakarta: Yayasan Untuk Indonesia, 2000.

Suryo, D. “ Dari Vorstenlanden ke DIY: Keseimbangan dan Perubahan”, Makalah disampaikan pada Konferensi Nasional Sejarah ke-9, diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala di Jakarta, tgl. 5-7 Juli 2011.


Article Metrics

Abstract view : 145 times
PDF - 67 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXING PARTNERS:
ISJD

SPONSORED BY:

Web
Analytics View My Stats