Perkampungan Kristen Di Muna (1920 – 1998)

Abstract

Saat ini, umat Kristen di Kabupaten Muna memang minoritas, namun perkampungan Kristen yang ada di Wale-ale Kabupaten Muna telah ada sejak zaman Hindia Belanda. Ditambah gerakan Kahar Muzakkar, membuat banyak masyarakat muslim yang melarat kehidupannya  memberikan peluang bagi Agama Kristen untuk bertindak sebagai juru selamat bagi mereka yang memerlukan bantuan. Pada masa inilah Agama Kristen mulai dikenal dan mengalami perkembangan kuantitatif. Berdasar latar tersebut, maka tulisan ini bertujuan untuk mengurai proses munculnya perkampungan Kristen di Kabupaten Muna, mengurai proses masuknya agama Kristen di Kabupaten Muna dan menjelaskan faktor pendukung dan penghambat perkembangan Agama Kristen di Kabupaten Muna. Tulisan ini menggunakan metode sejarah, dengan mengikuti empat langkah yaitu: 1) mencari dan mengumpulkan sumber, yakni sumber primer dan sumber sekunder. 2) melakukan kritik terhadap isi dokumen agar mendapatkan fakta sejarah, 3) dilakukan yaitu interpretasi dimana data yang telah di kritik selanjutnya disebut sebagai fakta sejarah dan 4) historiografi yang merupakan tahapan terakhir dari seluruh rangkaian prosedur kerja metode sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) proses masuknya Agama Kristen di Kabupaten Muna tidak terlepas dari perkembangan pelayaran bangsa-bangsa Barat ke Indonesia yang disertai dengan upaya Kristenisasi, 2) Pada awalnya penduduk Wale-Ale telah memeluk agama Islam. Akan tetapi kedatangan para pastor di Wale-ale mempengaruhi anak-anak penduduk Wale-ale dengan bersikap ramah kepadanya. Penduduk yang tadinya beragama Islam melakukan pindah agama menjadi penganut Kristiani dan 3) Faktor pendukung penyebaran ajaran Kristen di Wale-ale karena adanya kemiskinan dan keterbelakangan penduduk sehingga para pastor dengan mudah mempengaruhi mereka. Faktor penghambat penyebaran ajaran Kristen di Wale-ale adalah bahwa masyarakat Wale-ale sebelumnya telah memeluk agama Islam, juga perubahan politik yang berubah-berubah sehingga berupa pula kebijakan terhadap misionaris.____________________________________________________________At present, Christians in Muna Regency are indeed a minority. But the Christian village in Muna Wale-ale has been existing since the days of the Dutch East Indies. Another side, the Kahar Muzakkar movement, made many Muslim communities destitute of their lives. This situation provides an opportunity for Christianity to act as a savior for those who need help. At this time the Christian Religion began to be known and experienced quantitative development. Based on the background of the study, this study aims to unravel the process of the emergence of Christian villages in Muna Regency, unravel the process of entry of Christianity in Muna Regency and explain the supporting and inhibiting factors of the development of Christianity in Muna Regency. This paper uses the historical method, following the four steps of the research step, namely: 1) finding and collecting resources related to research, namely primary sources and secondary sources. 2) criticizing the contents of the document in order to get historical facts, 3) carried out namely the interpretation where the data that has been criticized is then referred to as historical facts and 4) historiography which is the last stage of the whole series of historical methods work procedures. The results showed that 1) the process of entering Christianity in Muna Regency was inseparable from the development of  Western shipping to Indonesia accompanied by Christianisation efforts. 2) Initially, the population of Wale-Ale had embraced Islam. But the arrival of priests at Wale-ale affected the children of Wale-ale residents by being friendly to him. Residents who were previously Muslims converted to Christianity and 3) Factors supporting the spread of Christianity in Wale-ale because of poverty and backwardness of the population so that priests easily influenced them. The inhibiting factor in the spread of Christian teachings at Wale-ale was that the Wale-ale community had previously embraced Islam, as well as changing political changes in the form of policies towards missionaries.
https://doi.org/10.52829/pw.144
PDF (Bahasa Indonesia)

References

Abdunah, Taufik dan Abdurrahman Surjomihardjo, 1985. Ilmu Sejarah dan Historiografi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Anonim, . 2007.Al Kitab, Jakarta:Lembaga Al Kitab Indonesia

Azra, Azyumardi, 1998. Agama Dalam Keragaman Etnik di Indonesia, Jakarta ; Badan Penelitian dan Pengembangan Agama Departemen Agama RI.

De Jong, Koes, 2002. Sejarah Geraja Katolik di Pulau Muna. Yogyakarta : Kanisius.

End, Van Den, 1993. Sejarah Gereja di Indonesia 1860-an – sekarang, Jakarta ; Gunung Mulia.

Gottsehalk, Louis, 1986. Mengerti Sejarah terjemahan Nugroho Notosusanto. Jakarta : UI Press.

Hariyono, 1995. Mempelajari Sejarah Secara Efektif. Jakarta : Pustaka Jaya.

Hermawati. 2005. Sejarah Agama dan Bangsa Yahudi. Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada.

Muller, Kruger, 1965. Sejarah Gereja di Indonesia, Jakarta; Gunung Mulia.

Notosusanto, Nugroho. 1971. Norma-Norma Dasar Penelitian dan Penulisan Sejarah, Jakarta: Dephankam.

Koentjaraningrat, 2004. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta : Djambatan.

Kono, Banggai Kahya, 1973. Dania Dalam Pandangan Indonesia dan Kristiani. Yogyakarta

.

Madjid, Muhammad Saleh. 2006. Tesis: Islamisasi Kerajdan Bima (1621-1682), Makassar: Program Paseasarjana UNM..

Nuhaerah, 2000. Agama Kristen di Soppeng (Kejadian Tentang Perkembangan Agama Kristen Tahun 1960-1999). Skripsi UNM.

Pakendek, Yusuf Sattu, 1966. Sejarah Masuknya Agama Kristen di Tana Toraja. Skripsi Sejarah UNM.

Rapa, Veronika, 2000. Perkembangan Agama Katolik di Ujung Pandang. Makassar. Skripsi Sejarah UNM.

Suryabrata, Sumadi, 2003. Metodologi Penelitian. Jakarta : Raja Grafindo Pustaka.