K.H. SANGIDU, PENGHULU PENEMU NAMA MUHAMMADIYAH

Fandy Aprianto Rohman(1*),


(1) Universitas Negeri Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Muhammadiyah mulai berkembang dengan pesat ketika salah seorang pendukungnya, yaitu K.H. Sangidu diangkat menjadi penghulu ke-13 di Kasultanan Yogyakarta dan mendapatkan gelar K.R.P.H. Muhammad Kamaluddiningrat. Hal ini tidak terlepas dari kesamaan paham antara K.R.P.H. Muhammad Kamaluddiningrat dengan K.H. Ahmad Dahlan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan Muhammadiyah yang dilakukan oleh K.H. Sangidu atau K.R.P.H. Muhammad Kamaluddiningrat, hingga pengaruh yang ditimbulkan dari gagasan pembaruannya terhadap kehidupan masyarakat di Yogyakarta. Berdasarkan kajian yang dilakukan, pandangan Islam berkemajuan yang diperkenalkan oleh K.H. Sangidu telah melahirkan ideologi kemajuan yang dikenal luas sebagai reformisme Islam. Gagasan pembaruannya juga merupakan suatu upaya dalam meluruskan, sekaligus menampik penilaian-penilaian kurang tepat terhadap Muhammadiyah.

Keywords


penghulu; K.H. Sangidu; Muhammadiyah

References


“Kawedanan Pengulon”, http://kbkjogja.wordpress.com/2013/05/08/kawedanan-pengulon., diakses pada tanggal 12 Nopember 2016.

“Mengenal Sosok K.H. Muhammad Kamaluddiningrat (Anggota Muhammadiyah Pertama)”, http://sangpencerah.id/2015/04/mengenal-sosok-kh-muhammad., diakses pada tanggal 22 Juni 2019.

“Siti Umniyah”, http://www.aisyiyah.or.id/id/page/tokoh/hal/8.html., diakses pada tanggal 23 Oktober 2016.

Abdullah, T. (2011). Indonesia dalam Arus Sejarah 5. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.

Arifin, M.T. (1990). Muhammadiyah Potret yang Berubah. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

Bandjaransari, dkk. (1956). Buku Kenang-Kenangan Peringatan 200 Tahun Kota Yogyakarta 1756-1956. Yogyakarta: Pekan Raya.

Basis, No. 1-2, Th. Ke-59, 2011.

Benda, H.J., (peny.). (1985). Bulan Sabit dan Matahari Terbit: Islam Indonesia Pada Masa Pendudukan Jepang, terj. Daniel Dhakidae. Jakarta: Pustaka Jaya.

Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie 16 den Augustus 1920 (No. 40).

Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie 2 den September 1921 (No. 36).

Besluiten van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie 22 den Augustus 1914 (No. 81).

Buku Register Trah Kasultanan Kawedanan Pengulon.

Darban, A dan Musthafa Kamal Pasha. (2002). Muhammadiyah Sebagai Gerakan Islam dalam Perspektif Historis dan Ideologis. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam.

Darban, A. (2000). Sejarah Kauman: Menguak Identitas Kampung Muhammadiyah. Yogyakarta: Tarawang.

Dzuhayatin, S.R. (2015). Rezim Gender Muhammadiyah: Kontestasi Gender, Identitas, dan Eksistensi. Yogyakarta: Suka Press UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Febriansyah, R, dkk. (2013). Muhammadiyah 100 Tahun Menyinari Negeri. Yogyakarta: Majelis Pustaka dan Informasi PP. Muhammadiyah.

Hoedyana Wara, No. 2, Th. Ke-1, Agustus 1941.

Kuntowijoyo. (1991). Paradigma Islam: Interpretasi Untuk Aksi. Bandung: Mizan.

________. (1995). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.

Mulkhan, A.M. (1990). Warisan Intelektual K.H. Ahmad Dahlan dan Amal Muhammadiyah. Yogyakarta: Percetakan Persatuan.

Nakamura, M, (peny.). (1983). Bulan Sabit Muncul dari Balik Pohon Beringin: Studi Tentang Pergerakan Muhammadiyah di Kotagede Yogyakarta, terj. Yusron Asrofie. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nasri, I. (2012). Muhammadiyah di Hadapan Saksi Sejarah. Yogyakarta: Majelis Pustaka dan Informasi PP. Muhammadiyah.

Noer, D. (1988). Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES.

Nurhajarini, D.R. dkk. (2012) Yogyakarta: Dari Hutan Beringin ke Ibukota Daerah Istimewa, Yogyakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta.

Ricklefs, M.C. (2006). Mystic Synthesis in Java: A History of Islamization from the Fourteenth to the Early Nineteenth Centuries (Signature Books Series). Cambridge: Norwalk East Bridge Books.

Serat Kekantjingan Dalem Ingkang Sinuwun Kandjeng Sultan Hamengku Buwono IX.

Soelarto, B. (1996). Garebeg di Kasultanan Yogyakarta. Yogyakarta: Kanisius.

Soeratno, S.C, dkk. (2009). Muhammadiyah Sebagai Gerakan Seni dan Budaya: Suatu Warisan Intelektual yang Terlupakan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Staatsblad van Nederlandsch-Indie 1882 (No. 152).

Suara Muhammadiyah, No. 17, Th. Ke-101, 28 Dzulqaidah-12 Dzulhijah 1437 H.

Sudja. (1989). Muhammadiyah dan Pendirinya. Yogyakarta: PP. Muhammadiyah Majelis Pustaka.

Suratmin. (1990). Nyai Ahmad Dahlan Pahlawan Nasional: Amal dan Perjuangannya. Yogyakarta: PP. Aisyiyah Seksi Khusus Penerbitan dan Publikasi.


Article Metrics

Abstract view : 50 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 11 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXING PARTNERS:
ISJD

SPONSORED BY:

Web
Analytics View My Stats