PATRONASE POLITIK DI KERATON YOGYAKARTA ABAD XIX

Ahmad Athoillah(1*),


(1) Mahasiswa S3 Sejarah Program Studi Ilmu-Ilmu Humaniora Fakultas Ilmu dan Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Kehadiran orang-orang Arab di Jawa dalam beberapa kajian disebutkan mulai terlihat pada abad XVIII sampai awal abad XIX. Sejak berdirinya Keraton Yogyakarta pada tahun 1755, beberapa orang Arab dari kalangan sayid Hadrami telah menjadi bagian dari keluarga Sultan Yogyakarta sebagai bukti hadirnya peran mereka di Keraton Yogyakarta pada abad XIX. Kajian ini membahas tentang proses dan bentuk patronase politik yang terjadi di antara kalangan Arab dengan keluarga bangsawan Jawa di Keraton Yogyakarta, khususnya pada paruh pertama abad ke-19. Ditemukan beberapa hal penting bahwa pertukaran jasa dan aliansi pernikahan antara para sayid dengan putri bangsawan Yogyakarta telah menempatkan posisi sayid sebagai elit politik dan kuatnya legitimasi keagamaan pada bangsawan Keraton Yogyakarta. Selain itu, juga ditemukan beberapa kasus bahwa para kalangan Arab juga membangun patronase politik yang justru menjadi lawan bagi Keraton Yogyakarta.


Keywords


patronase politik; Arab dan Jawa; Keraton Yogyakarta

References


Arsip yang tidak dipublikasi

Alaydrus, Husin bin Abubakar (2017), Manakib Al Habib Abdurahman bin Ali Alaydrus, Yogyakarta: Majlis Rotib Alaydrus.

Buku Silsilah Nasab Keluarga Besar as-Sadah al-Alawiyyin, No. 11587, tanggal 11 September 2013, Jakarta: Maktab Addaimi Kantor Pemeliharaan Nasab dan Statistik Alawiyyin Rabithah Alawiyah (Koleksi Husein Bafaqih).

___, No. 12495, tanggal 24 September 2014, Jakarta: Maktab Addaimi Kantor Pemeliharaan Nasab dan Statistik Alawiyyin Rabithah Alawiyah (Koleksi Adhiyana Putra).

Buku Silsilah Nasab Keluarga Besar Assadah al-Alawiyin, no. 49.61.12.259000.NA, tanggal 26 Desember 2007. Jakarta: Kantor Naqabatul Asryrof al-Kubro Lembaga Pemeliharaan Penelitian Sejarah & Silsilah Alawyin (Koleksi Ahmad Basyaiban).

Daftar Silsilah Nasab al-Bāsy-Syaibān, No.74/15/13.

Haẓā Turbah al-Ḥabīb asy-Syarīf Ḥusain bin Ibrāhim Al-Ḥadād, Rabu Pahing Tg 8 Sjawal Alip ‘Siti Pagulingan Budjangganing Nata’, 1851. Tjandra Suwignja. (atau 15 Juni 1921). (Inskripsi makam di Pajang Saripan, Surakarta)

Jamus Kalimosodo, Manuskrip Koleksi Ki Darmogati Sentolo (Versi terjemahannya berjudul Naskah Lontar ‘Jamus Kalimasada Koleksi Ki Darmogati oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo, 2018).

Mandoyokusumo, KPH. (1997), Serat Raja Putera Keraton Yogyakarta, Yogyakarta: Museum Keraton Yogyakarta cap-capan III, 1977.

Layang Kekancingan No.1037, tanggal 17 September 1984 (Koleksi alm. Koesbari).

____, No. 1195, tanggal 27 Maret 2000 (Koleksi Siti Hidayati Amal Jakarta).

Sejarah Ratu, t.t.

Shahabuddin, Sayyid Abu Bakar bin Ali bin Abu Bakar, Rihlatur Asfar, 1944, a.b. Ali Yahya, 2000.

Tim Peneliti Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada. (1993). “Hari Jadi Purworejo”, Laporan Penelitian, Kerjasama Pemerintah Kabupaten Tk-II Purworejo dengan Fakultas Sastra UGM Yogyakarta.

Karya Ilmiah terpublikasi

Amal, Siti Hidayati. (2005). “Menelusuri Jejak Kehidupan Keturunan Arab-Jawa di Luar Tembok Keraton Yogyakarta”, Antropologi Indonesia 29 (2), p. 159-181.

Ambary, Hasan Muarif. (1983), “Laporan Penelitian Kepurbakalaan di Pajang (Jawa Tengah), Archipel 26 (1), p. 75-84.

Al-Haddad, Sajed Alwi b. Tahir. (1975). Sedjarah Perkembangan Islam di Timur Jauh, Jakarta: Maktab Addaimi.

Alatas, Syed Farid (1997), “Hadhramaut and Hadhrami Diaspora: Problems in Theoretical History”, dalam U. Freitag & W.G. Clarence-Smith (ed.) Hadhrami Traders, Scholars, and Statesmen in the Indian Ocean, 1750a-1960-s, Leiden-New York-Köln: Brill, p. 19-34.

Alatas, Ismail Fajrie (2016). “Aligning the Sunna and the Jamā’a: Religious Authority and Islamic Social Formation in Contemporary Central Java, Indonesia, Doctor of Philosopy Dissertation, University of Michigan.

Algadri, Hamid (1984), C. Snouck Hurgronje: Politik Belanda terhadap Islam dan Keturunan Arab, Jakarta: Penerbit Sinar Harapan.

Azra, Azyumardi, (2010), “Tarekat ‘Alawiyyah dan Neo-Sufisme: Jaringan Ulama Hadhrami dalam Diaspora”, dalam Umar Ibrahim, Tharīqah ‘Alawiyyah: Napak Tilas dan Studi Kritis atas Sosok dan Pemikiran Allamah Sayyid ‘Abdullāh Al-Ḥaddād Tokoh Sufi Abad ke-17, Bandung: Penerbit Mizan, p. xxi-xxii.

Behrend, T.E. dan Pudjiastuti, Titik. (1997), Katalog Induk Naskah-Naskah Nusantara 3-A Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia Ecole Francaise d’Exstreme Orient.

Bruinessen, (1997). “Mencari Ilmu dan Pahala di Tanah Suci Orang Nusantara Naik Haji”, (eds) Dick Douwes dan Nico Kaptein, Indonesia dan Haji, Jakarta: INIS.

Camelin, Sylvaine. (1997). “Reflection on the System of Social Stratification in Hadhramaut”, dalam U. Freitag & W.G. Clarence-Smith (ed.) Hadhrami Traders, Scholars, and Statesmen in the Indian Ocean, 1750a-1960-s, Leiden-New York-Köln: Brill, p 147-156.

Carey, Peter (2012). Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855, Jakarta: KPG&KITLV.

____. (2014), Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro, 1785-1855, Jakarta: Kompas.

____. (2017). Inggris di Jawa 1811-1816, Jakarta: Kompas.

Fatiyah. (2009). “Menelusuri Jejak Kaum Hadrami: (Hilangnya) Komunitas Keturunan Arab Yogyakarta Pada Abad ke-20”, M.A. Tesis, Yogyakarta: Program Studi Sejarah Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

Graaf, H.J. De. (1979). “Het Semarangse Geslacht Bustam in de 18e en 19e Eeuw: Afkomst en Jeugd van Radén Saléh”, Bijdragen totde Taal-, Land- en Volkenkunde 135 (2/3), p.252-281.

_____, (1985). Awal Kebangkitan Mataram Masa Penembahan Senapati, Jakarta: PT Grafiti Press.

____, (1987). Runtuhnya Istana Mataram, Jakarta: Grafitipers.

Graaf DR. H.J. De & Pigeaud, DR. TH.G.TH. (1985). Kerajaan-Kerajaan Islam di Jawa: Peralihan dari Majapahit ke Mataram, Jakarta: Grafiti Pers.

Jonge, Huub de and Kaptein, Nico. (2002), “The Arab presence in Southeast Asia Some introductory remarks”, Huub de Jonge and Nico Kaptein (ed.), Trancending Borders; Arab, Politics Trade and Islam in South East Asia, Leiden: KITLV Press, p.1-10.

Jonge, Huub de (2004). “Abdul Rahman Baswedan and the Emancipation of the Hadramis in Indonesia”, Asian Journal of Social Science 32 (3), p. 373-400.

Kalamwadi, Ki. (1991). Serat Darmogandhul, Semarang: Dahara Prize.

Kathirithamby-Wells, Jeyamalar. (2009). “Strangers and Stanger Kings: The Sayyid in Eighteenth-Century Maritime Southeast Asia”, Journal of Southeast Asian Studies 40 (3), p. 567-591.

Kazhim, Musa (2013), “Sekapur Sirih Sejarah ‘Alawiyin dan Perannya dalam Dakwah Damai di Nusantara: Sebuah Kompilasi Bahan” dalam Marzuki Alie, et al. Peran Dakwah Damai Habaib/Alawiyin di Nusantara, Yogyakarta: Rausyan Fikr.

Klerck, E.S. De. (1908). De Java-Oorlog van 1825-’30, V, ‘s Hage: M. Nijhoff.

Lande, C.H. (1977). Introduction: The Dyadic Basic of Clientalism. Dlm. Steffen W. Schmidt & James C. Scott (eds.). Friends, followers and factions a reader in political clientalism, xiii-xxxvii. Berkeley: University of California Press, p.xiii-xxxvii.

Louw, P.J.F. (1904), De Java-Oorlog, 1825-30, III, Batavia: Landsdrukkerij.

Mandal, Sumit Kumar, Ph.D. (1994). “Finding their place; A history of Arabs in Java under Dutch rule, 1800-1924”, Doctor of Philosophy Tesis, Graduates School of Arts and Sciences Colombia University.

Margana, Sri, dkk. (2018), Madiun: Sejarah Politik & Transformasi Kepemerintahan dari Abad XIV hingga Awal Abad XXI, Madiun: Pemerintah Kabupaten Madiun bekerjasama dengan Departemen Sejarah FIB UGM.

Niel, Robert van. (2005). Java’s Norteast Coast 1740-1840: A Study in Colonial Encroachment and Dominance, Leiden: CNWS Publications.

Nitinegoro, R.M. Soemardjo SH. (1980). Berdirinya Ngayogyakarta Hadiningrat: Sejarah Berdirinya Kota Kebudayaan Ngayogyakarta Hadiningrat, Yogyakarta: t.p.

Olthof, W.L. (2017). Babad Tanah Jawi: Mulai dari Nabi Adam Sampai Pangeran Purbaya, Yogyakarta: Narasi.

Purwadiningrat, Raden Mas Arya. (1981). “Kagungan dalem Serat Cariyos Lampahanipun Kanjeng Pangeran Arya Mangkubumi, Ingkang Lajeng Jumeneng Kanjeng Sultan Amengkubuwana Ingkang-Sapisan ing Nagari Ngayogyakarta”, a.b. Moelyono Sastronaryatmo, Babad Mangkubumi, Jakarta: Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Balai Pustaka.

Ricklefs, M.C. (2002), Yogyakarta di Bawah Sultan Mangkubumi 1749-1792: Sejarah Pembagian Jawa, Yogyakarta: Mata Bangsa.

Santosa, Revianto Budi, dkk. (2008), Dari Kabanaran Menuju Yogyakarta: Sejarah Hari Jadi Kota Yogyakarta, Yogyakarta: Dinas Pariwisata, Seni dan Kebudayaan Kota Yogyakarta.

Scott, J.C. (1972). “Patron-Client Politics and Political Change in Southeast Asia. American Political Science Review 66 (1), p. 91-113.

Steenbrink, Karel A. (1984). Beberapa Aspek tentang Islam di Indonesia Abad ke-19, Jakarta: PT Bulan Bintang.

Tashadi, et al. (1993). Upacara Tradisional Saparan Daerah Gamping dan Wonolelo Yogyakarta, Jakarta: Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Penelitian, Pengkajian dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya.

Tirtakoesoema, R. Soedjana. (2003). “The procession with Kanjeng Kyai Tunggul Wulung at Yogyakarta Thursday/Friday 21/22 January 1932 (Jumuah-Kliwon 13 Pasa, Jé 1862)” dalam Stuart Robson (ed.) The Kraton; Selected essays on Javanese courts, Leiden : KITLV Press, p.107-130.

Wawancara

Adhiyana Putra (Ḥasan ‘Abd al-Hadi Bā’abūd), 27 Maret 2018.

Aḥmad bin Ḥasan Bāsy-Syaibān, 18 dan 22 Maret 2018.

Faisal Bāraqbah, 27 Juli 2018.

Ḥasan bin ‘Aqil Bā’abūd, 21 Maret 2018.

Ḥusin bin Abu bakar al-‘Aidrūs, 11 April 2018.

Ḥusin bin Muḥammad Bāfaqīh, 2 Maret 2019.

Luṭfī bin Yaḥya, Juli 2014.

Maryam Bāfaqīh, 13 November 2014.

Siti Hidayati Amal, 21 Maret 2018.

Sucahyo Slamet, R., 27 Maret 2018.

Sucipto, R., 7 April 2018.


Article Metrics

Abstract view : 156 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 92 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXING PARTNERS:
ISJD

SPONSORED BY:

Web
Analytics View My Stats