MEMPEREBUTKAN WAHYU MAJAPAHIT DAN DEMAK: MEMBACA ULANG JEJAK KESULTANAN PAJANG DALAM HISTORIOGRAFI INDONESIA

Abstract

Pajang sebagai sebuah kerajaan dan masyarakatnya yang pernah ada dalam sejarah Indonesia pasca-kegemilangan Kemaharajaan Mapajahit dan Kesultanan Demak tidak mendapat tempat yang memadai dalam historiografi Indonesia selama ini. Padahal nama Jaka Tingkir yang diyakini sama dengan Sultan (H)Adiwijaya yang merupakan sultan pertama Pajang, dikenal juga oleh masyarakat, terutama di Jawa. Tulisan ini membahas tentang peminggiran dan marginalisasi Kesultanan Pajang dari naratif besar sejarah Indonesia, berdasarkan asumsi adanya mata rantai yang putus antara memori sosial sebagai sistem budaya masyarakat dengan tradisi historiografi Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk melihat relasi historis fungsional antara kenyataan sejarah sebagai peristiwa masa lalu dan pembentukan memori dengan historiografi sebagai sebuah naratif bangsa yang merupakan wujud dari kontestasi atas sejarah itu sendiri.____________________________________________________________Pajang as a kingdom and its society that once existed in post-glorious Maps and Demak Sultanate in Indonesian history does not get adequate place in the historiogrphy of Indonesia so far. Even though the name Jaka Tingkir is believed to be the same as the Sultan (H)Adiwijaya who is the first sultan of Pajang, widely known by the people, especially in Java. This paper discusses the exclusion and marginalization of the Pajang Sultanate from the Indonesian grand historical narrative, based on the assumption of a broken link between social memory as a cultural system of society and the tradition of Indonestan historiography. This paper aims to look at the functional historical relation between historical reality as a past event and the formation of memory with historiography as a national narrative which is a manifestation of contestation over history itself.
https://doi.org/10.52829/pw.19
PDF (Bahasa Indonesia)

References

Abdullah, Taufik dan Lapian, A.B. (ed), 2012, Indonesia dalam Arus Sejarah 3. Kedatangan dan Peradaban Islam. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve

Achadiati S., Y., et al., (ed.), tt., Seri Penerbitan Sejarah Peradaban Manusia Zaman Demak dan Pajang. Jakarta: Gita Karya

Ali, R. Moh., 1963, Perdjuangan Feodal. Bandung: Ganaco

Berg, C.C., 1964, “The Role of Structural Organisation and Myth in Javanese Historiography: Commentary”, The Journal of Asian Studies, vol. 24, no.1, hlm.100-103

------, 1974, Penulisan Sejarah Jawa. Jakarta: Bhratara

Bosch, F.D.K, 1956, “C.C. Berg and Encient Javanese History”, Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde (BKI), 112, no. 1, hlm. 1-24

Bruinessen, Martin van, 1994, ‘The Origins and Development of Sufi Orders (Tarekat) in Southeast Asia’, Studia Islamika - Indonesian Journal for Islamic Studies, vol. 1, no.1, hlm.1-23

Danesghar, Majid, 2014, “The Study of Persian Shi’ism in the Malay-Indonesian World: A Review of Literature from the Nineteenth Century Onwards”, Journal of Shi’ah Islamic Studies. vol. VII, no.2, hlm. 191-229

Djajadiningrat, Hoesein, 1983, Tinjauan Kritis Tentang Sajarah Banten. Jakarta: Penerbit Djambatan

Florida, Nancy, Writing the Past Incribing the Future. History as Prophecy in Colonial Java. Durham: Duke University Press, 1985

------, 2003, Menyurat Yang Silam Menggugat Yang Menjelang. Sejarah Sebagai Nurbuat di Jawa Masa Kolonial. Yogyakarta: Bentang

Fruin-Mees, W., 1920, Geschidenis van Java. Deel II. De Mohammedaansche rijken tot de bevestiging van de mach de compagnie. Weltevreden: Commissie voor de Volklectuur

Gina & Sabariyanto, Dirgo, 1981, Babad Demak 2. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Graaf, H.J. de, 1985, Awal Kebangkitan Mataram. Masa Pemerintahan Senapati. Jakarta: Grafiti Pers

Graaf, H.J. de & Pigeaud, Th. G., 2001, Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Tinjauan Sejarah Politik Abad XV dan XVI. Jakarta: Grafiti

John, A.H., 1964, “The Role of Structural Organisation and Myth in Javanese Historiography”, The Journal of Asian Studies, vol. 24, no.1, hlm. 91-99

Kartodirdjo, Sartono, 1992, Pengantar Sejarah Indonesia Baru 1500-1900. Dari Emporium Sampai Imperium Jilid 1. Jakarta: Gramedia

Kartodirdjo, Sartono, et al. (ed.), 1975, Sejarah Nasional Indonesia III. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Kuntowijoyo, 2006, Islam Sebagai Ilmu: Epistimologi, Metodologi dan Etika. Yogyakarta: Tiara Wacana

Lombard, Denys, 1996, Nusa Jawa Silang Budaya 2. Jaringan Asia. Jakarta: Gramedia

------, 1996, Nusa Jawa Silang Budaya 3. Warisan Kerajaan-kerajaan Konsentris. Jakarta: Gramedia

Memmi, Albert, 1974, The Colonizer and the Colonized. London: Souvenir Press

Moertono, Soemarsaid, 1985, Negara dan Usaha Bina-Negara di Jawa Masa Lampau. Studi Tentang Masa Mataram II Abad XVI Sampai XIX. Jakarta: Yayasan Obor

Muljana, Slamet, 2005, Menuju Puncak Kemegahan (Sejarah Kerajaan Majapahit). Yogyakarta: LKiS

Mulkhan, Abdul Munir, 2002, Syekh Siti Jenar. Pergumulan Islam-Jawa. Yogyakarta: Bentang Budaya

------, 2012, Jalan Hidup Syekh Siti Jenar & Kamatian Ki Ageng Pengging. Jejak Terakhir Majapahit. Kotagede: Metro

Naerssen, F.H. van, 1968, “Ancient Java Recording of the Past”, The Journal of the Sydney University Arts Association, vol. 5, hlm. 30-46

Nora, Pierre, 1989, “Between Memory and History: Les Lieux de Mémoire”, Representations, no.26, special issue, hlm. 7-24

Pantja-Redjasa, Raden Ngabehi, “Punika Babad Madjapahit, Demak, Padjang Dumugi Mentawis”. Leiden: University Library, Mii416N+

Poerbatjaraka, R.M.Ng., 1952, Kapustakan Djawi. Djakarta: Djambatan.

Raffles, Thomas Stamford, 1817, The History of Java Vol. II. London: Black, Parbury, and Allen Publishers

Ricklefs, M.C., 1974, Jogjakarta Under Sultan Mangkubumi 1749-1792. A History of the Division of Java. London: Oxford University Press

------, 1998, The Seen and Unseen Worlds in Java, 1726-1749. History, Literature and Islam in Court of Pakubuwana II. Honolulu: University of Hawai’i Press

------, 2001, A History of Modern Indonesia since c.1200 Third Edition. Basingstoke: Palgrave

------, 2006, “The Birth of Abangan”, Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde (BKI), 162, no. 1, hlm. 35-55

Riyadi, Slamet & Suwaji, 1981, Babad Demak 1. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Robson, S.O., 1981, “Java at the Crossroads. Aspects of Javanese Cultural History in the 14th and 15th Centuries”, Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde (BKI), 137, no. 2/3, hlm. 259-292

Said, Edward W., 1994, Culture and Imperialism. New York: Vintage

Sastronaryatmo, Moelyono, 1981, Babad Jaka Tingkir. Babad Pajang. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Schrieke, B., 1966, Indonesian Sociological Studies Part One. The Hague: W. Van Hoeve

Susetyo, Wawan, 2011, Pajang Memudarnya Senyuman Dewan Wali Sanga. Sebuah Novel Epos. Jogjakarta: FlashBooks

Taylor, Jean Gelman, 2003, Indonesia Peoples and Histories. New Haven: Yale University Press

Toda, Dami N., 1999, Manggarai Mencari Pencerahan Historiografi. Ende: Nusa Indah

Vickers, Adrian, 1990, “Balinese Text and Historiography”, History and Theory, vol. 29, no. 2, hlm. 158-178

Vlekke, Bernard H.M., 2008, Nusantara Sejarah Indonesia. Jakarta: KPG

Wiryapanitra, 1991, Babad Tanah Jawi. Kisah Kraton Blambangan-Pajang. Semarang: Dahara Prize

Zulkifli, 2009, “The Struggle of Shi’is in Indonesia”, Doctor Proefschrift, Leiden University