PERIODISASI PERKUMPULAN PERUPA DI INDONESIA SEJAK 1930 HINGGA 2000AN

Abstract

Dalam sejarah perkembangan seni rupa Indonesia, dikenal banyak perkumpulan perupa yang muncul seiring perubahan zaman. Perkumpulan perupa ini memiliki kecenderungan dan intensi berkarya secara kolektif yang sesuai dengan zamannya. Melalui pendekatan sejarah, kajian ini mencoba melihat periodisasi perkumpulan perupa di Indonesia berdasarkan konteks sosiohistoris yang melatarinya. Kajian ini menggunakan metode penelitan sejarah, meliputi tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historigrafi. Dalam Kajian ini periodisasi perkumpulan perupa di Indonesia disusun berdasarkan perkembangan seni lukis versi Sanento Yuliman. Kajian ini memperlihatkan 4 (empat) tahapan perkembangan perkumpulan perupa dalam medan seni rupa Indonesia, meliputi: periode pemandangan alam dan realisme, periode propagandan dan perkumpulan perupa, periode abstrak dan seni rupa baru, dan periode perkumpulan perupa kontemporer.
PDF (Bahasa Indonesia)

References

Harsono, F. (2009). Meraba Peta Komunitas Seni Rupa Indonesia. In F. Harsono, Seni Rupa, Perubahan, Politik (p. 129). Magelang: Galeri Langgeng.

Harsono, F. (2009). Seni Rupa, Perubahan, Politik. Jawa Tengah: Galeri Langgeng.

Holt, C. (1967). Art in Indonesia: Continuities and Changes. New York: Cornell University Press-Ithaca.

Holt, C. (2000). Melacak Jejak Perkembangan Seni di Indonesia. Bandung: arti.line.

Jones, T. (2015). Kebudayaan dan Kekuasaan di Indonesia. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia; KITLV-Jakarta.

Padi, T. (2015, 12 12). Taring Padi. Retrieved from Taring Padi: www.taringpadi.com

Poesponegoro, M. D. (2008). Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta: Balai Pustaka.

Subarnas, B. (2011). Sanggar Bumi Tarung: Halaman yang Hilang. In M. Susanto, Wacana Khatulistiwa Bunga Rampai Kuratorial Galeri Nasional Indonesia 1999-2011 (pp. 95-108). Jakarta: Galeri Nasional Indonesia.

Supangkat, J. (2015). Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia Sebuah Analisis. In G. Nasional, Kumpulan Makalah Seminar Estetika Larut Seni, Pengalaman, dan Pengetahuan (pp. 13-17). Jakarta: Galeri Nasional Indonesia.

Susanto, M. (2004). Menimbang Ruang Menata Rupa-Wajah dan Tata Pameran Seni Rupa. Yogyakarta: Galang Press.

Yohanes, B. (2015). Seni, Pengalaman dan Pengetahuan. In G. Nasional, Kumpulan Makalah Seminar Estetik Larut Seni, Pengalaman, dan Pengetahuan (pp. 19-30). Jakarta: Galeri Nasional.

Yuliman, S. (1986). Sanggar dan Kelompok Seni: Resep Bagi Seni Rupa Kita? Yogyakarta: Diskusi terbatas Pendidikan Seni Rupa.

Yuliman, S. (2001). Dua Seni Rupa Serpihan Tulisan . Jakarta: Yayasan Kalam.

Yuliman, S. (2001). Kelahiran Seni Rupa Modern di Indonesia. In S. Yuliman, Dua Seni Rupa, Serpihan Tulisan (pp. 55-61). Jakarta: Yayasan Kalam.

Yuliman, S. (2001). Perkerabatan Kreatif. In S. Yuliman, Dua Seni Rupa, Serpihan Tulisan (pp. 295-297). Jakarta: Yayasan Kalam.