MIGRASI PENDUDUK DAN PEMBENTUKAN HIBRIDITAS BUDAYA KULINER TRADISIONAL PENGKANG

Abstract

Fenomena migrasi penduduk telah berlangsung lama dengan alasan sosial ekonomi ataupun kekuasaan. Pembentukan jaringan distribusi produksi dan kekerabatan akibat perkawinan beragam suku terjadi di pusat-pusat migrasi, termasuk hibriditas budayanya. Salah satu bentuk hibriditas budaya itu adalah praktik pengelolaan kuliner tradisional pengkang di Mempawah. Permasalahannya bagaimana karakter hibriditas dalam kreatifitas pengelolaan kuliner pengkang itu dilakukan seiring pertemuan budaya akibat pola migrasi beberapa kelompok etnik yang ada. Penelitian etnografi ini didasarkan pada pengungkapan profil keluarga pelopor kuliner melalui wawancara mendalam dan pengamatan langsung berbagai fenomena hibriditasnya. Penelitian ini berhasil menemukan adanya hubungan antara migrasi penduduk dari berbagai kelompok etnik: Melayu, Bugis, Madura, dan Tionghoa dalam jejaring kekerabatan dan pembentukan karakter hibriditas kuliner tradisional pengkang. Hibriditas kuliner ini tampak pada citarasa, pembuatan ataupun penyajian pengkang yang dikemas dari tradisi Melayu, dikuatkan dengan adaptasi citarasa dan pilihan bahan yang dikenal dalam tradisi masyarakat Tionghoa, Madura, dan Bugis.
PDF (Bahasa Indonesia)

References

Appadurai, Arjun. 1989. “Introduction: Commodities and The Politics of Value”, Arjun Appadurai (ed), The Social Life of Things; Commodities in cultural Perspective. Cambridge: Cambridge University Press, 1989.

--------------. 1990. “Disjuncture and Difference in the Global Cultural Economy”, dalam Theory, Culture & Society, Vol. 7, pp. 295-310.

Bingling, Yuan. 2007. Chinese Democracies: A Study of the Kongsis in West Borneo (1778-1884). Dalam www.xiguan.net.

Broeze, Frank. 1989. Brides of the Sea: Port Cities of Asia from the 16th to 20th Centuries: Comparative Studies in Asian History & Society. South Wales: UNSW Press.

Fibiona, Indra, Siska Nurazizah Lestari. 2015. “Rivalitas Jamu Jawa dan Obat Tradisional Cina Abad XIX – Awal Abad XX”. Dalam Jurnal Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya; Vol. 16, No. 4.

Humaedi, Alie. 2013. “Budaya Hibrida Masyarakat Cirebon”. Dalam Humaniora Volume 25 No.3. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

------------. 2017. Kuliner Analitik: Sistem Informasi dan Kajian Etnografi Kuliner Tradisional Khas Indonesia untuk Industri Kreatif. Jakarta: LPDP.

------------. 2019. “Hibriditas Kuliner Tradisional Indonesia”. Dalam Food, Culture and Society (accepted prossess).

Kartono, Drajat Tri. 2004. Orang Boyan Bawean: Perubahan Lokal Dalam Transformasi Global. Surakarta: Pustaka Cakra.

Kesuma, A.I. 2004. Migrasi Orang Bugis: penelusuran Kehadiran Opu daeng Rilakka pada Abad XVIII di Johor. Yogyakarta: Ombak

Lombard, Denys. 2007. Nusa Jawa Silang Budaya. Jakarta: Gramedia.

Prihatmoko, Hedwi. 2014. Transportasi Air dalam Perdagangan Pada Masa Jawa Kuno di Jawa Timur. Denpasar: Forum Arkeologi.

Piliang, Yasraf Amir. 2012. Kode, Gaya, dan Matinya Makna. Jakarta: Matahari.

Poelinggomang, E. 2002. Makassar Abad XIX: Studi tentang Kebijakan Perdagangan Maritim. Jakarta: KPG.

Reid, Anthony. 2011. Asia Tenggara dalam Kurun Niaga, 1450-1680: Jaringan Perdagangan Global. Jakarta: Yayasan obor Indonesia

Sakai, Naoki. 2005. “Civilizational Difference and Critism: On the Complicity of Globlization and Cultural Nationalism”, dalam Modern Chinese Literature and Culture, Vol. 17, No. 1, pp. 188-205.

Solihin, Lukman. 2014. “Hibriditas Kebudayaan Orang Boyan di Malaysia”. Dalam Jurnal Masyarakat dan Budaya LIPI. Vol. 16, No. 2.

Somers, Mary F. 2003. Golddiggers, Farmers, and Traders in the Chinese District of West Kalimantan, Indonesia. Singapore: SEAP Publication.

Syafi’i, Imam. 2013. “Dari Selat Menuju Samudera Luas: Rivalitas Pengangkutan Garam Madura 1912-1980. Tesis Magister Sejarah Universitas Diponegoro.

Yeoh, Brenda, SA. 2003. Contesting Space in Colonial Singapore: Power Relations adn the Urban Built Environment. Singapore: Singapore Studies in Society & History.

Zulyani, Hidayah. 2015. Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia (edisi ke-2). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Pemberitaan

Raditya, Iswara N. 2010. “Berhimpun di Makam Opu Daeng Menambon”. Dalam www.MelayuOnline.com, 5 Mei 2010.

Wawancara

Wawancara dengan Halimah, Zubaidah, Marwan, Haerani, Datuk Ahmad, Saleh, Yudha, Yasinta Aulia, pada periode waktu 2 Desember 2018 sampai 2 Februari 2019 di Sungai Pinyu, Sungai Peniti, Mempawah, dan Pontianak Kalimantan Barat.