INTEGRASI PENGETAHUAN LOKAL DAN ILMU PENGETAHUAN: PENELAAHAN ROTI BUAYA DALAM PERSPEKTIF ZOOLOGI

Vera Budi Lestari Sihotang(1*), Amir Hamidy(2), Hellen Kurniati(3),


(1) 
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Roti buaya merupakan roti khas Betawi yang selalu muncul di upacara pernikahan masyarakat Betawi. Penggunaan roti buaya dalam upacara pernikahan masyarakat Betawi merupakan pengetahuan lokal yang sudah dilakukan secara turun-temurun. Simbol kesetiaan merupakan makna yang muncul dari roti buaya. Artikel ini bertujuan untuk melihat integrasi pengetahuan lokal dan ilmu pengetahuan yang terlihat dalam penggunaan roti buaya dalam pernikahan Betawi. Karakter buaya dalam roti buaya dikaitkan dengan karakter buaya di alam. Penelitian ini dilakukan melalui dua metode, yaitu wawancara dan studi literatur. Dari data yang terkumpul diketahui bahwa jenis buaya yang digambarkan dalam roti buaya adalah buaya muara (Crocodylus porosus). Karakter buaya yang dapat hidup di darat dan di air, ukuran buaya betina lebih kecil dari buaya jantan, merupakan karakter buaya yang digambarkan dalam roti buaya, dan sesuai dengan karakter buaya di alam. Simbol buaya sebagai simbol kesetiaan hanya sesuai ketika buaya ditempatkan dalam sistem kandang pasangan. Meskipun begitu, pemahaman buaya sebagai simbol kesetiaan tetap dipegang oleh masyarakat Betawi. Hal ini ditandai dengan penggunaan roti buaya dalam pernikahan yang bertahan hingga sekarang.

Keywords


roti buaya; buaya; simbol; pengetahuan lokal

References


Afrilia, D.R. (2015). Hukum Adat Betawi yang Menggunakan Roti Buaya dalam Seserahan Pernikahan Perspektif Hukum Islam. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Fakultas Syariah dan Hukum. Skripsi.

Alves, R.R.N. (2012). Relationships between Fauna and People and the Role of Ethnozoology in Animal Conservation. Ethnobiology and Conservation 1 (2). pp. 1-69.

Al-Kumayi, S. (2012). Kepercayaan Bubuhan Kumai terhadap Tuhan dan Makhluk Halus. Sabda Jurnal Kajian Kebudayaan 7 (1). https://doi.org/10.14710/sabda.v7i1.13272.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud. Buaya. (2017). Diakses pada 8 November 2017 dari https://kbbi.web.id/buaya.

Boelars, J. (1986). Manusia Irian: Dahulu — Sekarang — Masa Depan (Marcel Beding, Penerjemah). Jakarta: PT Gramedia

CITES. (2017). CITES Trade Data Base: Comparative Tabulation Report. Diakses pada 7 November dari https://trade.cites.org/en/cites_trade.

Castles, L. (1967). The Ethnic Profile of Djakarta. Indonesia. No. 3. pp. 153-204. Diakses pada 7 November 2017 dari https://www.jstor.org/stable/3350726. Southeast Asia Program Publications at Cornell University DOI: 10.2307/3350726

Dhanayanti, I.F. (2019). Perubahan Makna dan Simbol dalam Tradisi Seserahan Makanan dalam Upacara Pernikahan Betawi. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Fakultas

Sosial dan Ilmu Politik. Skripsi.

Dinas Pariwisata & Kebudayaan Prov. DKI JAKARTA. (2018). Sinkretisme di Betawi. Diakses pada 7 November 2017 dari http://encyclopedia.jakarta-tourism.go.id/post/Sinkretisme-diBetawi.

Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati. (2016). Laporan Tahunan Sekretariat CITES 2016 tentang Nilai Ekspor Buaya dari Indonesia. Jakarta: Departemen Kehutanan.

Edwantoro, H. (2014). Etnis Betawi: Kajian Historis. Patanjala6 (1): hlm 1-16

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures: Selected Essays. United States of America: Basic Book Inc.

Geertz, C. (1983). Local Knowledge, Further Essay in Interpretive Anthropology. United States of America: Basic Book Inc.

Herryani, H., et al. (2016). Crocodile Bread as a Ceremonial Marriage Food: Symbolism for the Betawi Ethnic Group (Study Case in Setu Babakan). Asia Tourism Forum 2016 – The 12th Biennial Conference of Hospitality and Tourism Industry in Asia (ATF-16). pp. 395-389.

Humaeni, A. (2012). Makna Kultural Mitos dalam Masyarakat Banten. Antropologi Indonesia 33 (3): hlm. 159-179.

Iskandar, D.T. (2000). Kura-kura & Buaya Indonesia & Papua Nugini. Bandung: PALMedia Citra.

Kurniati, H. (2008). Buku Panduan Pembesaran dan Penangkaran Buaya Jenis Buaya Muara Crococodylus porosus dan Buaya Air Tawar Irian Crocodylus novaeguineae. Cibinong: Pusat Penelitian Biologi LIPI.

Lang, J.W. (1987). Crocodilian Behavior: Implications for Management. In: Wildlife Management: Crocodilians and Alligators. Graham J. W. Webb, Charlie Manolis & Peter J. Whitehead (Eds.). Sydney: Surrey Beatty. pp. 273-294.

Lewis, J.L. et al. (2013). Mating Systems and Multiple Paternity in the Estuarine Crocodile (Crocodylus porosus). Journal of Herpetology 47 (1). pp. 24-33.

Novriyanti, et al. (2014). Pola dan Nilai Lokal Etnis dalam Pemanfaatan Satwa pada Orang Rimba Bukit Duabelas Provinsi Jambi. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 11 (3). Hlm. 299-313.

Purnama, Y. (2018). Mitos Silat Beksi Betawi. Patanjala 10 (2). Hlm. 383 – 398.

Purwo Setio I. et al. (2010). Perilaku Harian Buaya Muara (Crocodylas porosus, Schneider 1801) di Pusat Penyelamatan Satwa Jogja. Biota 15 (2). Hlm. 188-194.

Purbasari, M. (2010). Indahnya Betawi. HUMANIORA 1 (1). Hlm. 1-10.

Rapoport, A. (1955). The Role of Symbol in Human Behaviour. Psychiatr Res Rep Am Psychiatr Assoc. (2). pp. 63-71.

Rizal, JJ. (2009). Kita Kirimi saja Roti Buaya. Media Populer Alternatif PendarPena 4 (2). Hlm. 14-15.

Rosmadewi, R. (2013). Konstruksi Makna Roti Buaya dalam Adat Istiadat Masyarakat Betawi. Bandung: Universitas Komputer Indonesia. Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Humas. Skripsi.

Turner, V. (1975). Symbolic Studies. Annual Review of Anthropology (4). pp. 145-161.

van Anrooij, F. (2014). De koloniale staat (Negara kolonial) 1854-1942 Panduan Archief van het Ministerie van Koloniën (Arsip Kementerian Urusan Tanah Jajahan) Kepulauan Nusantara Leiden. (Nurhayu W. Santoso dan Susi Moeimam, Penerjemah). Den Haag: Nationaal Archief.

Wessing, R. (2006). Symbolic Animals in the Land between the Waters: Markers of Place and Transition. Asian Folklore Studies (65). pp 205–239.


Article Metrics

Abstract view : 61 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 3 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXING PARTNERS:
ISJD

SPONSORED BY:

Web
Analytics View My Stats