PENANGANAN BENCANA LETUSAN GUNUNG GALUNGGUNG PADA TAHUN 1982-1983

Gregorius Andika Ariwibowo(1*),


(1) Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat
(*) Corresponding Author

Abstract


Letusan Galunggung merupakan salah satu bencana besar di Indonesia. Meskipun letusan ini tidak menelan jumlah korban jiwa yang besar, namun letusan yang berlangsung selama sekitar delapan bulan ini telah mempengaruhi kehidupa sehari-hari penduduk di tiga kabupaten di Jawa Barat. Kajian ini mencoba menjabarkan mengenai upaya pemerintah, terutama pemerintahan orde baru dalam penanganan bencana letusan Galunggung. Penanganan bencana merupakan upaya penanganan langsung terhadap para korban sesaat setelah bencana terjadi. Kajian ini menggunakan metodologi sejarah dengan menggali pada sumber-sumber yang merekam dan mendokumentasikan peristiwa ini. Kesimpulan dari kajian ini adalah bahwapemerintah orde baru menggunakan perangkat sipil dan militer dalam upaya penanganan bencana. Pengaruh dari konsolidasi penanganan yang dilakukan secara sistematik in berjalan dengan sangat baik antara aparat pemerintah, peneliti, militer, dan tim SAR dalam menangani para pengungsi dan dampak bencana yang lain.

Galunggung eruption was one of the enormous disaster in Indonesia. Although not killed so many people, Galunggung eruption hit continuously around eight months and crackdown in a most density population area in three regency areas in West Java province. This chapter point is want observe the roles of government to manage disaster relief, especially during Galunggung eruption disaster by the New Order regime. Disaster relief refers to interventions aimed at meeting the immediate needs of the victims of a disastrous event. This studies used a historiography methodology to reconstruct disaster relief event of Galunggung eruption. Conclusion of this study underlines that New Order used their civil and military power to manage the situation in Galunggung. The impact was so good because they used a systematic order to consolidate many organization from local government, researcher, and Save and Rescue (SAR) to handle the situation.


Keywords


Disaster Relief History; Environment History; Galunggung Volcanic Eruption

References


Arsip

Direktorat Vulkanologi. 1982a. Laporan Hasil Kerja Grup C: Bidang Penerangan dan Penyuluhan Masyarakat dalam Lokakarya Nasional Penanggulangan Bencana Alam Galunggung pada 20-25 September 1982.

Direktorat Vulkanologi. 1982b. Laporan Hasil Kerja Grup D : Bidang Ekologi, Ekonomi, dan Transmigrasi dalam Lokakarya Nasional Penanggulangan Bencana Alam Galunggung pada 20-25 September 1982.

Keputusan Presiden No.28 Tahun 1979 Mengenai Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana Alam (Bakomas PBA).

Laporan Bupati Garut. 1982. Laporan Situasi Letusan Gunung Galunggung di Kabupaten Garut dalam Lokakarya Nasional Penanggulangan Bencana Alam Galunggung pada 20-25 September 1982.

Laporan Bupati Tasikmalaya. 1982. “ Laporan Situasi Letusan Gunung Galunggung di Kabupaten Tasikmalaya dalam rangka Kunjungan Kerja Direktur Jenderal Bantuan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia 14 Agustus 1982.

Laporan Direktorat Vulkanologi. 1982. Laporan Hasil Lokakarya Nasional Penanggulangan Bencana Alam Galunggung pada 20-25 September 1982 . Bandung: Direktorat Vulkanologi.

Laporan Gubemur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat. 1982. Situasi Bencana Alam Galunggung dan Penanganannya” dalam Rapim Bakomas PBA tanggal 16 September 1982 di Jakarta.

Laporan Menteri Sosial. 1982. Usaha-Usaha Penanggulangan Aspek-Aspek Non Phisik Akibat Bencana Alam Gunung Galunggung dalam Lokakarya Nasional Penanggulangan BencanaAlam Galunggung pada 20-25 September 1982.

Laporan Perwakilan UNDP. 1982. “ Pidato Sambutan dan Laporan Peran PBB Dalam Usaha Penanganganan Bencana Alam Galunggung dalam Lokakarya Nasional Penanggulangan Bencana Alam Galunggung pada 20-25 September 1982.

Koesman, A., (1982). Pengalaman dan Usaha dalam Menghadapi Bahaya Sekunder Letusan Gunung Galunggung” dalam Lokakarya Nasional Penanggulangan Bencana Alam Galunggung pada 20-25 September 1982.

Salim, E., (1982). Hikmah Galunggung” . Pidato dalam acara pembukaan Lokakarya Nasional Penanggulangan Bencana Alam Galunggung pada 20-25 September 1982.

Undang-Undang No. 3 Tahun / 972tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Transmigrasi.

Buku dan Artikel

Bankoff, G., Joseph Christensen. (2016 ).Natural Hazards and People in The Indian Ocean World: Bordering on Danger.New York: Palgrave McMillan.

Bobrowsky, P. T. (ed.). (2013). Encyclopedia of Natural Hazard. London: Springer Reference.

Brassard, C., Raffin, A. (2011). Resilience in Post Disaster Socience: From Crisis to Development dalam Asian Journal of Social Science, Volume 39, Issue 4, pages 417-424.

Bronto, S. (1989). “ Volcanic Geology of Galunggung, West Java, Indonesia” . Thesis. Canterbury: University of Canterbury.

BRRAceh-Nias. (2015). BRR Aceh-Nias: Post-Disaster Reconstruction Governance. Berlin Springer.

De Neve, G.A. (1986a). “ Eruption and Opinions on Earlier Galunggung Activities: Investigation Before The 1982-1983 Eruption” dalam Katili, J.A., Adjat Sudrajat, dan Kusumadinata.(1986). Letusan Gunung Galunggung 1982-1983: Kumpulan Makalah Hasil Penyelidikan. Bandung: Direktorat Vulkanologi.

De Neve, G.A.(1986b). Effects in The Atmosphere of The Galunggung Eruption dalam Katili, J.A., Adjat Sudrajat,

Kusumadinata.(1986). Letusan Gunung Galunggung

-1983: Kumpulan Makalah Hasil Penyelidikan. Bandung: Direktorat Vulkanologi.

Henley, David., Henk Schulte Nordholt (ed.). (2015). Environment, Trade, and Society in Southeast Asia:A Longue Duree Perspectives.Leiden:Brill.

Katili, J.A., Adjat Sudrajat, Kusumadinata. (1986a). Letusan Gunung Galunggung 1982-1983: Kumpulan Makalah Hasil Penyelidikan. Bandung: Direktorat Vulkanologi.

Kusumadinata, K. (1982). Data Dasar Gunung Galunggung dalam Katili, J.A., Adjat Sudrajat, dan Kusumadinata. Letusan Gunung Galunggung 1982-1983: Kumpulan Makalah Hasil Penyelidikan. Bandung: Direktorat Vulkanologi.

Levang, Patrice. (2003). Ayo Ke Tanah Sebrang. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Lockwood, John P., Richard W, Hazlett. (2010). Volcanoes: Global Perspective. Oxford: Wiley-Blackwell.

McClelland, L (ed.). (1982a). Report on Galunggung (Indonesia) . Scientific Event Alert Network Bulletin,7 (3).

McClelland, L (ed.). (1982b). Report on Galunggung (Indonesia) ”. Scientific Event Alert Network Bulletin,7 (4).

McClelland, L (ed.). (1982c). Report on Galunggung (Indonesia) ”. Scientific Event Alert Network Bulletin,7 (6).

Newhall, C.G. (1982). The Volcanic Explosivity Index (VEI) an estimate of explosive magnitude for historical volcanism, J. Geophys. Res., 87(C2), 1231-1238.

Reid, A., (2015). History and Seismology in the Ring of Fire: Punctuating the Indonesian Past dalam Henley, David., Henk Schulte Nordholt (ed.). Environment, Trade, and Society in Southeast Asia: A Longue Duree Perspectives.Leiden: Brill.

Reid, A. (2016).''Revisiting Southeast Asia History with Geology: Some Demographic Consequences of a Dangerous Environment dalam Bankoff, Greg, and Joseph Christensen (ed.). Natural Hazard and People in Indian Ocean World. New York: Palgrave McMillan.

Samadhi, Tjokorda Niratha. (2014). BRR Aceh-Nias: Post-Disaster Reconstruction Governance” dalam Butt, Simon, Hitoshi Nasu, Luke Nottage (ed.). Asia-Pasific Disaster Management: Comparative and Socio Legal Perspectives. Heidelberg: Springer Berlin Heidelberg.

Satkorlak PBA tk. I. (1986).“ Pengalaman Dalam Menghadapi Letusan Gunung Galunggung 1982-1983” dalam Katili, J.A., Adjat Sudrajat, dan Kusumadinata. Letusan Gunung Galunggung 1982-1983: Kumpulan Makalah Hasil Penyelidikan. Bandung: Direktorat Vulkanologi.

Schrikker, Alicia. (2016). Disaster Management and Colonialism in the Indonesian Archipelago, 18401920” dalam Bankoff, Greg dan Joseph Christensen. Natural Hazards and People in The Indian Ocean World: Bordering on Danger. New York: Palgrave McMillan.

Seekins, Donald M. (2009). State, Society and Natural Disaster: Cyclone Nargis in Myanmar (Burma). Asian Journal of Social Science,37: 717737.

Shaw, R., (2015). Recovery From The Indian Ocean Tsunami. New Delhi: Springer

Sudrajat, A., (1986). Catatan Tentang Kronologi Letusan Galunggung 1982-1983 dalam Katili, J.A., Adjat Sudrajat, dan Kusumadinata. Letusan Gunung Galunggung 1982-1983: Kumpulan Makalah Hasil Penyelidikan. Bandung: Direktorat Vulkanologi.

Surat Kabar

Chandra, A., 2012. Bangkit Dari Kubur Abu Galunggung dalam Harian Kompas 4 April 2012.

Muhtadi, D., 2012. Letusan Dahsyat di Penghujung Abad Ke-20 dalam Harian Kompas pada 26 Juni 2015


Article Metrics

Abstract view : 129 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 47 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

View all comments


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXING PARTNERS:
ISJD

SPONSORED BY:

Web
Analytics View My Stats