INDUSTRI BATIK KENONGODI MADIUN : EKSPLORASI DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH MELALUI DISCOVERY LEARNING

Laili Masithoh Hamdiyah(1*), Nunuk Suryani(2), Akhmad Arif Musadad(3),


(1) FKIP Universitas Sebelas Maret
(2) Program Studi S2 Pendidikan Sejarah, FKIP, Universitas Sebelas Maret
(3) Program Studi S2 Pendidikan Sejarah, FKIP, Universitas Sebelas Maret
(*) Corresponding Author

Abstract


Artikel ini didasarkan pada hasilpenelitian dengan tujnan untuk mendeskripsikan bagaimana penggunaan model discovery learning dalam proses pembelajaran untuk mengeksplorasi materi sejarah lokal tentang industri Batik Kenongo di Madiun. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah industri Batik Kenongo merupakan bagian dari sejarah lokal yang harus diekplorasi dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan salah satu model pembelajaran yakni discovery learning. Selain untuk memperkenalkan Batik Kenongo pada siswa (khususnya di Madiun), eksplorasi juga bisa meningkatkan kecintaan mereka terhadap kebudayaan lokal. Hal ini terlihat saat ada siswa melakukan penelitian di Desa Kenongorejo, Kabupaten Madiun yang merupakan tempat industri batik tersebut. Eksplorasi sejarah industri Batik Kenongo dalam pembelajaran sejarah melalui model discovery learning mampu membangkitkan antusiasme siswa terhadap informasi kesejarahan dari Batik Kenongo. Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa model discovery learning mampu memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada siswa untuk mengkonstruksi pemahaman sejarah mereka terhadap Sejarah Industri Batik Kenongo di Madiun.

This article is based on research results with a purpose to describe how to use the model of discovery learning in process of learning to explore the local historical material about industry of Batik Kenongo in Madiun.This research used qualitative method. The results showed that the history ofBatik Kenongo industryis part of local history that should be explored in the history teaching using one of the learning models, that is Discovery Learning. In addition to introducing Batik Kenongo on students (particularly in Madiun), exploration can also increase their love of local culture. This is seen when there are students doing research in the Village Kenongorejo, Madiun district which is where the
batik industry. Exploring the history of Batik Kenongo industry in learning history through the model of discovery learning can generate students' enthusiasm for the historical Information of Batik Kenongo.Thus it can be said that the model of Discovery Learning is able to provide the widest opportunity to students to construct their historical understanding of the History of Kenongo Batik Industry in Madiun.


Keywords


Batik Kenongo; Learning of History; Discovery Learning

References


Balım, A., G. (2009). The Effects of Discovery Learning on Students’ Success andInquiry Learning Skills. Egitim Arastirmalari-Eurasian Journal of EducationalResearch, 35, 1-20.

Breman, Jan dan Gunawan Wiradi. (2004). Masa Cerah dan Masa Suram di Pedesaan Jawa; Studi Kasus Dinamika Sosio-Ekonomi di Dua Desa Menjelang Akhir Abad ke-20. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia.

Cohen, Marisa T. (2008). "The Effect of Direct Instruction versus Discovery Learning on the Understanding of Science Lessons by Second Grade Students". NERA Conference Proceedings 2008. 30.

http://digitalcommons.uconn.edu/nera_2008/30

Dina, Arifatud. (2015).Implementasi Kurikulum 2013 Pada Prangkat Pembelajaran Model Discovery Learning Pendekatan Scietific Terhadap Kemampuan Komuikasi Matematis Materi Gometri SMK.JKPM Volume 2 Nomor 1, April 2015 ISSN : 2339-444.Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang.

Fraser-Lu, Sylvia. (1986). Indonesian Batik: Processes, Pattern and Places. Singapore: Oxford University Press.

Hamidin, Asep S. (2010). Batik Warisan Budaya Asli Indonesia. Yogyakarta: NARASI.

Joyce, Bruce., Marsha Weil, Emily Calhoun. (2011) cetakan ke-2.Model-Model Pengajaran, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Kartodirdjo, Sartono. (1987). Kebudayaan Pembangunan Dalam Perspektif Sejarah, Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

_________. (2005). Sejak Indische Sampai Indonesia, Jakarta : Penerbit Buku Kompas.

Putrayasa, I Made. (2014).Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa.Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan PGSD Vol 2 No.1 Tahun 2014. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.

Prakoso, Handoko Satrio. (2015). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Discovery Learning Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas XI IPS 1 Semester Ganjil Tahun Ajaran 2015/2016 di SMA Laboratorium Undiksha Singaraja. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.

Sedyawati, Edi. (2014). Kebudayaan di Nusantara : Dari Keris, Tor-Tor, Sampai Industri Budaya, Jakarta : Komunitas Bambu.

Stave, Krystyna A.(2011). Using Simulations for Discovery Learning about Environmental Accumulations. Proceedings of the 29th International Conference of the System Dynamics Society. Washington, DC, July 24-28, 2011.http://www.systemdynamics.org/conferences/2011/proceed/index.htm

Sugiyono, (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Wulandari, Ari. (2011). Batik Nusantara (Makna Filosofis, Cara Pembuatan, dan Industri Batik), Andi: Yogyakarta.


Article Metrics

Abstract view : 122 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 55 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

View all comments


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXING PARTNERS:
ISJD

SPONSORED BY:

Web
Analytics View My Stats