KEARIFAN LOKAL PADA ARSITEKTUR RUMAH TRADISIONAL DI KAMPUNG WANA

Abstract

Kajian ini bertujuan mengungkap cara pembuatan rumah dilihat dari kearifan lokal dalam beradaptasi dengan lingkungan alamnya. Hasil kajian menemukan bahwa arsitektur rumah di Kampung Wana sangat adaptif terhadap lingkungan sekitarnya dan merupakan gambaran kebijakan nenek moyang dalam mensiasati dan tanggap terhadap kondisi kehidupan lingkungannya agar terhindar dari gempa, banjir dan ancaman binatang buas. Pemilihan konstruksi yang tepat untuk membangun rumahnya menjadi gambaran kearifan lokal budaya masyarakat setempat. Sistem konstruksi  menggunakan umpak batu, atap daun rumbia, sistem sambungan purus dan pen, konfigurasi balok lantai yang saling jepit, tumpu, tekan, dan tarik, merupakan sistem kearifan lokal  pada arsitektur tradisional rumah Kampung Wana. Agar rumah tersebut kuat  terhadap gempa, tidak banjir dan tidak mudah lapuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan merupakan penelitian eksplorasi. Jenis penelitian bersifat deskriptif, yakni menganalis dan menyajikan fakta secara sistematik sehingga mudah untuk dipahami dan disimpulkan. Adapun pengambilan data melalui observasi, wawancara mendalam pada sejumlah informan, dan studi pustaka. Untuk pengambilan gambar, dilakukan foto dan membuat sketsa atau denah rumah.  This study aims to reveal how the making of houses viewed from local wisdom in adapting to the natural environment. The results of the study found that the architecture of houses in the wana village is very adaptive to the surrounding environment and is a description of the ancestors policy in anticipating and responsive to the living conditions of the environment to avoid the earthquakes, floods, and threats of wild animals. The selection of proper construction to build a house becomes a picture of local wisdom from local people. The construction system uses the stone, therumbia  leaf roof, the connecting system of purus and pen, the interlocking floor ,the tump, the tap, and the pull, is the local wisdom of the traditional architecture in  wana village so that the house is strong against earthquake, free from flood, and not easily weathered. This research uses qualitative approach and exploratory research. This type of research is descriptive, analyzing and presenting facts systematically so that it is easy to understand and conclude. The data was collected through observation, in-depth interviews on a number of informants and literature study. The picture was from photo shoot and making sketch or house plan.
https://doi.org/10.52829/pw.4
PDF (Bahasa Indonesia)

References

Adimiharja, Kusnaka. 2005. Pengetahuan Lokal Masyarakat Adat. Bandung:Girimukti Pustaka

Cavline,2010. Study of Neolithic Social Grouping: Examples from the New World", dalam James Deetz, Mans Imprint The Past, Little Brown and Company, Boston.

Djafar. Hasan, dan W. Anwar Falah, 1995. "Prasasti Batu Dari Sumber Hadi Daerah Lampung Tengah (Suatu Informasi)". Dalam Jurnal Penelitian Balar No. 1 hal.51

Fatah, W. Anwar dan Tony Djubiantono, 1994. Laporan Penemuan Situs Baru Di Desa Wana Kecamatan Perwakilan Meliting, Kabupaten Lampung Tengah, Balar Bandung

Gobyah, 2005. Domestic Architecture and The Use of Space. Cambridge University Press. Cambridge.

Hadikusuma, hilman dkk. 1985. Adat Istiadat Daerah Lampung, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi. Kebudayaan Daerah, Depdikbud, Kanwil Propinsi Lampung.

Harun, Ismet Berlgawan, 2011, Arsitektur Rumah dan Permukiman Tradisional di Jawa Barat. Bandung: Dinas Parbud Prov. Jabar.

Purnama, 2011. Materi Kuliah Arsitektur Nusantara, Pasca Sarjana FTSP, ITS Surabaya.

Prasetya, Edhi, 2002, Arsitektur Tradisional Cibal, Manggarai, Flores Barat; Kajian Sistem Budaya dan Lingkungan Permukiman, Thesis Magister Teknik Arsitektur Universitas Diponegoro.

Prihatmaji, 2003. Rumah Tradisional Liwa Tahan Gempa, Tugas Mata Kuliah Arsitektur dan Teknologi, ITB, Bandung

Rapoport, Amos, 2011. House Form and Culture. Prentice Hall Inc. New York.

Siswanto, Ari. 2009. Arsitektur Tradisional dan Kearifan Lokal. PT. Gramedia: Jakarta

Wangsadinata, 1975. Kearifan Lokal Pada Arsitektur Rumah Tradisional, Jurnal Budhiracana vol.2 hal 29.

Wiratman, 2002. Arsitektur Vernakuler. Dalam Jurnal Ilmiah UI Jakarta