KAJIAN NILAI BUDAYA DALAM SERAT WULANG PANDHITA TEKAWARDI

Abstract

Serat Wulang Pandhita Tekawardi merupakan salah satu karya sastra Jawa yang berisi piwulang atau ajaran. Piwulang atau ajaran tersebut pada dasarnya berupa nilai-nilai luhur hasil pemikiran nenek moyang pada lampau. Kehidupan masa lampau tercermin dalam karya sastra kuna, khususnya Serat Wulang Pandhita Tekawardi.Naskah ini sesuai dengan judulnya berisi piwulang atau ajaran, terdiri dari dua bagian; bagian pertama adalah ajaran atau piwulang yang diberikan oleh Pendeta Purwaduksina kepada isterinya; bagian kedua berisi ajaran pendeta Tekawardi yang berada di Gunung Malinggeretna kepada para muridnya.Permasalahan dalam kajian ini adalah apa saja kandungan nilai budaya dalam Serat Wulang Pandhita Tekawardi. Selain itu,akan dilihat relevansinya dalam kehidupan masyarakat sekarang.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengungkap nilai-nilai budaya dalam Serat Wulang Pandhita Tekawardi. Pengumpulan data menggunakan metode kepustakaan. Selanjutnya data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif analitis.Hasil kajian menunjukkan bahwa Serat Wulang Pandhita Tekawardi berisi nilai-nilai yang masih dapat dimanfaatkan dan diterapkan dalam kehidupan masa sekarang. Nilai-nilai tersebut yaitu nilai religius, nilai kesetiaan, nilai moral, nilai etika, dan nilai didaktis.Oleh karena itu, mempelajari, mengungkapkan, dan melaksanakan ajaran-ajaran yang ada teks tersebut merupakan tindakan yang tepat. Hal ini dimaksudkan agar nilai-nilai luhur tersebut tidak lenyap begitu saja bahkan mampu menjadi ciri jati diri bangsa Indonesia pada umumnya, masyarakat Jawa pada khususnya.Serat Wulang Pandhita Tekawardi (literally translated as Pastor Tekarwadi’s boof of teaching) is a Javanese classical literature containing piwulang or teachings of ancestor views about life and culture value. This literature consist of 2 section. The first section tell the teachings of Pastor Tekarwadi himself to his wife, while the second section contains his teachings to his appretince in Mountain Malinggeretna. This study will explore the moral values that contained in Serat Wulang Pandhita Tekarwadi. The goal of this research is to reveal the contents of culture value teachings inside Serat Wulang Pandhita Tekarwadi, which could became example for behavourial and characters attitude. Data is collected through means of literature method. Then, the collected data is analyzed further through descriptive analysis process. The study show that the culture teaching inside Serat Wulang Pandhita Tekarwardi is still relevant to today way of lives. Those culture value of religious, moral, loyalty, ethics, and didactic value could still be implemented in current generation. This is intended to avoid the culture value of ancestor to simply dissapear and even could became the characteristic of Indonesian, especially Javanese people.
https://doi.org/10.52829/pw.40
PDF (Bahasa Indonesia)

References

Baried, Siti Baroroh, dkk. (1985) Pengantar Teori Filologi.Yogyakarta:Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Endraswara, S. (2013) Memayu Hayuning Bawana, Laku Menuju Keselamatan dan Kebahagiaan Hidup Orang Jawa.Yogyakarta: Narasi.

Giraret, N., dkk.(1985) Descriptive catalogue of the Javanese manuscripts and Printed Books in the Libraries of Surakarta and Yogyakarta.Jakarta:Penerbit Steiner Verlag.

http://id.rodovid.org/wk/Istimewa%3AChartInventory/26093

Kartodirdjo, S., dkk. (1987/1988) Beberapa Segi Etika dan Etiket Jawa. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Bagian Jawa.

Koentjaraningrat (1980) Kebudayaan, Mentalitet, dan Pembangunan. Cetakan ke Tujuh. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia.

Magnis-Suseno, F. (1993) Etika Jawa, Sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia.

Mintosih, Sri, dkk (1999) Pengkajian Nilai Buaya Naskah Babad Lombok Jilid I.Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Mulyani, Sri. (1993) “Serat Wulang Pandhita Tekawardi.” Alih Huruf. Surakarta:Perpustakaan Reksopustoko, Mangkunegaran.

Nurhajarini, Dwi Ratna dan Suyami, (1999). Kajian Mitos dan Nilai Budaya Dalam Tantu Penggelaran.Jakarta:Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Poerwadarminta, W.J.S. (1939) Baoesastra Djawa. Batavia: Penerbit J.B. Wolters.

Ras, J.J. (1985) Bunga Rampai Sastra Jawa Mutakhir.Jakarta: Penerbit Grafiti Pers.

Sayuti, Suminto A. (1999) “Refleksi Nilai-nilai Budaya Jawa dalam Serat Suryaraja.”Jakarta: Penerbit Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara.

Susilantini, E., dkk. (1996/1997) Refleksi Nilai-nilai Budaya Jawa dalam Serat Suryaraja.Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara.

Widiyanto, Y. Sigit, dkk. (1999). Sejarah Cikundul Kajian Sejarah dan Nilai Budaya.Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

www.KamusBahasaIndonesia.org