PERTEMPURAN KARANG KEDAWUNG 1949: GUGURNYA LETNAN KOLONEL MOCHAMMAD SROEDJI

Abstract

Artikel ini memaparkan perjuangan Letnan Kolonel Mochammad Sroedji, Komandan Brigade III/Damarwulan pada masa Perang Kemerdekaan. Sroedji adalah mantan perwira pasukan sukarela Pembela Tanah Air pada masa pendudukan Jepang. Semangat perjuangan yang kuat pada masa awal kemerdekaan mendorong pemuda-pemuda seperti Sroedji bergabung dengan tentara Republik yang masih mencari format ideal sebagai angkatan bersenjata. Sebagai komandan satuan di tingkat brigade, peran Sroedji dalam perjuangan di front Jawa Timur memberikan kontribusi penting bagi kedaulatan Indonesia. Dua kali Agresi Militer Belanda menjadi ajang pembuktian kepemimpinan Sroedji menghadapi kesulitan persenjataan, isu profesionalisme prajurit, hubungan sipil-militer, dan kekurangan logistik. Letnan Kolonel Mochammad Sroedji gugur dalam Pertempuran Karang Kedawung, 8 Februari 1949.This article describes about struggle of Lieutenant Colonel Mochammad Sroedji, Commander, 3rd Brigade “Damarwulan” during the War of Independence. Sroedji was a former volunteer officer of Defenders of the Homeland during the Japanese occupation. The spirit of struggle in the early days of independence prompted youth like Sroedji to join the Republican armed forces, that were still looking for ideal format. As brigade-level commander, Sroedji has important role in East Java’s front that significantly contributed to Indonesian sovereignty. Twice Dutch Military Aggression showing Sroedji's great leadership under lack of weapons and ammunitions, soldier professionalism issue, civil-military relation, and logistical shortage. Lieutenant Colonel Mochammad Sroedji died in the Battle of Karang Kedawung, February 8, 1949.
https://doi.org/10.52829/pw.42
PDF (Bahasa Indonesia)

References

Daliman. (2012). Metode Penelitian Sejarah, Yogyakarta: Ombak.

Dewan Harian Cabang Angkatan 45 Jember. (1995). Berita Acara Pemancangan Bambu Runcing Berbendera Merah Putih di Pusara Pelaku Pejuang 45 yang Dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Wilayah Kabupaten Jember. Jember.

Kardi, Sumarno. (1996). “Sejarah Perjuangan Letkol Moch. Sroedji 1945 – 1949, Keteladanan dan Etika Kepemimpinan“ makalah disampaikan pada Pidato Dies XV dan Wisuda Sarjana IX Universitas Moch. Sroedji Jember, 8 Juni 1996.

Komando Distrik Militer 0824. (1972). Sejarah Kepemimpinan Almarhum Letkol Moch. Sroedji Selaku Komandan Brigade III/Damarwulan, Divisi I TNI/Jawa Timur. Jember.

Kuntowijoyo. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah, Yogyakarta: Tiara Wacana.

Mertowijoyo, Indra G. (2015). Letkol. Moch. Sroedji, Jember Masa Perang Kemerdekaan, Jakarta: Inti Dinamika Publishers.

Nasution, A.H. (1979). Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia jilid 10, Perang Gerilya Semesta II, Bandung: Angkasa.

Nasution, A.H. (1991). Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia jilid 9, Agresi Militer Belanda (cetakan ke-3), Bandung: Angkasa.

Poesponegoro, Marwati Djoened dan Notosusanto, Nugroho. (1993). Sejarah Nasional Indonesia VI (edisi ke-4), Jakarta: Balai Pustaka.

Pour, Julius. (2010). Doorstoot Naar Djokja, Pertikaian Pemimpin Sipil-Militer (cetakan kedua), Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Rahardjo, Iman Toto K. dan Sudarso, Suko (editor). (2010). Bung Karno, Masalah Pertahanan – Keamanan, Himpunan Pilihan Amanat kepada TNI/Polri, Jakarta: Grasindo.

Sapto, Ari. (2012). “Perkembangan Organisasi Militer di Jawa Timur 1945 – 1949.” Mozaik: Jurnal Ilmu Humaniora, Vol. 12, No. 2

Sundhaussen, Ulf. (1986). Politik Militer Indonesia 1945 – 1967, Menuju Dwi Fungsi ABRI, Jakarta: LP3ES.

Widuatie, Ratna Endang. (2016). Biografi Moch. Sroedji, Pengorbanan Sang Patriot, Jember (laporan penelitian).

Sumber lain:

Bagan Struktur Kepegawaian Karesidenan Besuki Batalion 1 Kencong

Jember 1943.

Laporan Pertempuran KNIL. Batalion Infanteri XXIII, Kompi 4e, Arsip KITLV.

Wawancara R.Z. Hakim dengan Busrah, 12 Desember 2014.

Wawancara R.Z. Hakim dengan Buyaman, 20 Desember 2014.