KEBANGKITAN INDUSTRI BATIK LASEM DI AWAL ABAD XXI

Nazala Noor Laili(1*), Noor Naelil Masruroh(2),


(1) FIB Universitas Diponegoro
(2) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Artikel ini bertujuan untuk mengungkap eksistensi dan peranan pengusaha pribumi dalam mengembangkan industri batik tulis di Lasem, yang selama ini pelaku utamanya adalah etnis Tionghoa, menemukan faktor-faktor penyebab muncul dan bangkitnya para pengusaha batik dari kalangan pribumi Jawa, serta memetakan upaya konkret yang telah dilakukan untuk mewujudkan hal ini. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah wawancara, studi dokumen, serta observasi terhadap pelaku usaha dan aktivitasnya. Sementara itu, pendekatan historis juga digunakan dalam studi ini khususnya untuk mengetahui aspek kronologis dalam pengembangan usaha batik tulis Lasem yang dimotori oleh masyarakat pribumi Jawa. Berdasar pada hasil peneltian, terdapat berbagai faktor yang menyebabkan kebangkitan para pengusaha batik pribumi Jawa di Lasem. Karakteristik masyarakat Lasem yang multietnis dalam hubungannya memiliki kehidupan yang harrnonis. Mereka meminimalisir adanya dikotomi etnis atau ras dan menyepakati bersama identitias sebagai orang Lasem, sehingga memunculkan rasa keterbukaan dan kebersamaan. Selain itu, pasca penetapan Hari Batik Nasional pada 2009 disertai kuatnya dorongan pemerintah melalui berbagai program bantuan, maka sejak saat itu dijadikan sebagai momentum utama kebangkitan pengusaha batik pribumi Jawa. Dukungan tersebut berlangsung secara kontinyu, khususnya dalam membukakan akses pasar dan modal.

____________________________________________________________

This article aims to reveal on the role and existence of indigenous entreprises in developing batik industry at Lasem. All the time, the main actors has been hold by the Chinese, seeks to find the factors that cause them to rise up and appear, as well as mapping out tlie concrete efforts that have been made to make this happens. The method used are interviews, study documents, as well as observations among the entreprenuers (Chinese and Javanese) and their activities. Meanwhile, the historical approach also used particularly to determine chronological aspects in the development of this industry led by Javanese. There are two important factors that cause the revival. Lasem people typically multiethnic in relation to have a harmonious life. They minimize ethnic or racial dichotomy and consens identity as Lasem people, therefore it generating openness and togetherness among them. Meanwhile, after designation of National Batik Day in 2009, the government have given strong encouragement by various aid programs, since then it serves as revival momentum of indigenous Javanese enterprises. Furthermore, the government supports continuesly especially in opening access on capital and market.


Keywords


batik industry; Lasem; indigenous entrprenuers; Javanese

References


Aziz, M., (2014). Lasem Kota Tiongkok Kecil: Interaksi Tionghoa, Arab, dan Jawa data Silang BudayaPesisiran.Yogyakarta:Ombak.

Disperindakop Kabupaten Rembang, 2016.

Hamidin,A. S., (2010). Batik Warisan Budaya Indonesia.Yogyakarta: Narasi.

Hasanudin, (2001). Batik Pesisiran: Melacak Pengaruh Etos Dagang Santri pada Ragam Hias Batik,Bandung: PT. Kiblat Buku Utama.

https://rembangkab.bps.go.id/, diakses pada 11 September 2016

http://tekno.kompas.com/read/2012/12/17/14531036/ warna.merah.batik.lasem.susah.ditiru, diakses tanggal 11 September 2016

Kwan Hwie Liong Batik Lasem: Sebuah Pengantar,http://redayabatik.com/, diakses pada 20 Desember 2016.

Nurhajarini, D. R., dkk., (2015). Akulturasi Lintas Zaman di Lasem: Perspektif Sejarah dan Budaya.Yogyakarta:BPNB.

Rahayu, M. D. dan Alrianingrum, S., (2014). Perkembangan Motif Batik Lasem Cina PeranakanTahun 1900-1960. Avaiara Volume 2, No. 2, Juni.

Unjiya,A.,(2008). Lasem: Negeri Dampo Awang, Sejarah yang Terlupakan.Lasem:Fokmas.

Wulandari, A., (2011). Batik Nusantara: Makna Filosofis, Cara Pembuatan dan Industri Batik.Yogyakarta: PenerbitANDL

Yuliati, D., (2009). Mengungkap Sejarah dan Pesona Motif Batik Semarang. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Batik Lasem, Batik Tulis dengan Warna dan Motif Khas,http://rembangkreatif. blogspot.co.id/2012/04/batik-lasem-batik-tulis-dengan-warna.html, diakses pada 20 September 2016.

Letak dan Luas Wilayah, http://www.rembangkab.go.id/pemerintahan/geografi/letak-dan-luas-wilayah, diakses 11 September 2016.

Data Wawancara

Rifa’i (Pengusaha Batik Lasem) pada 27 Juli 2016.

Sri Winarti (Pengusaha Batik Lasem dan Ketua KUB Sri Rejeki) pada 28 Juli 2016.

Arifin Muhrikan (Kepala Bidang Perindustrian Kabupaten Rembang) pada 28 Juli 2016.

Santoso Hartono (Pengusaha Batik Lasem dan Ketua Kluster Batik Tulis Lasem Periode 2016-2020) pada 17 September 2016.

Katrine (Pengusaha Batik Lasem) pada 17 September 2016.


Article Metrics

Abstract view : 80 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 40 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

View all comments


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXING PARTNERS:
ISJD

SPONSORED BY:

Web
Analytics View My Stats