ASIMILASI PERKAWINAN ETNIS CINA DENGAN PRIBUMI DI JAWA: FOKUS STUDI DI JEMBER SITUBONDO DAN TULUNGAGUNG

Abstract

Artikel ini mendiskusikan tentang asimilasi perkawinan antara orang-orang Cina dengan orang pribumi. Pertanyaan yang dijawab dalam kajian ini adalah: mengapa pada masa lalu banyak orang–orang Cina pendatang yang menikah dengan pribumi, kapan asimilasi perkawinan mengalami penurunan, dan faktor-faktor apa yang menyebabkannya, bagaimana kondisi sekarang, dan apa dampak asimilasi perkawinan terhadap budaya dan tradisi mereka. Hasil kajian menunjukkan bahwa asimilasi perkawinan terjadi sejak orang-orang Cina perantau memutuskan untuk tinggal dalam waktu lama di Indonesia, tetapi pada akhir abad ke-18 awal abad ke-19, asimilasi perkawinan cenderung mengalami penurunan. Hal ini disebabkan sudah semakin banyaknya perempuan-perempuan asli Cina yang pergi ke Indonesia (Jawa), sehingga banyak Cina peranakan yang kawin dengan perempuan Cina asli, tetapi bukan berarti asimilasi itu hilang sama sekali. Asimilasi perkawinan ini mulai banyak terjadi sejak era ORBA, anjuran pemerintah untuk asimilasi berpengaruh terhadap asimilasi perkawinan. Dampak dari asimilasi perkawinan ini adalah pembauran tradisi dan budaya karena bersatunya dua etnis dalam satu keluarga.____________________________________________________________This article discusses marital assimilation between Chinese and indigenous people. The research questions are: why many Chinese newcomers got married with the indigenous people in the past, when marital assimilation decreased and its factors, how the recent condition is, and what the impacts of marital assimilation towards their culture are. The result of research shows that marital assimilation happened since the Chinese people decided to stay longer in Indonesia. However at the end of 18th century, the marital assimilation decreased. It was triggered by many Chinese women who arrived in Java. Therefore many peranakans Chinese got married with the indigenous Chinese women. Yet it did not mean assimiliation was no longer in existence. The marital assimilation was executed again in the era of New Order. The wisdom of government affected the marital assimilation. The impact of the assimilation is the mixing of culture and tradition because of the unity of two ethnicities in one family.
https://doi.org/10.52829/pw.44
PDF (Bahasa Indonesia)

References

Afif,A., (2012). Identitas Tionghoa Muslim Indonesia: Pergulatan Mencari Jati Diri.Jakarta: Kepik.

Agus Wijayanti, P., (2001). Tanah dan Sistem Perpajakan Masa Kolonial Inggris. Yogyakarta: Tarawang.

Aziz, M., Lasem Kota Tiongkok Keeil: Interaksi Tionghoa Arab dan Jawa dalam Silang Budaya Pesisir.Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Badan Kependudukan dan Kantor Catatan Sipil Kabupaten Jember

Berscheid, E&H. Ammazzalorso, (2004). Emotional Experience in Close Relationship, in Marilinn B. Brewerand Miles Hewstone (eds.). Emotion and Motivation, UK: Blackwell Publishing Ltd.

Blusse, L., (1986). Strange Company, Chinese Settlers, Mestizo Women and The Dutch in VOC Batavia, Foris Publications, Dordrecht Holland/Riverton, U.S.A.

Carey, P., (1985). Orang Jawa Dan Masyarakat Cina (1755-1825), PT PustakaAset, Jakarta.

Carey, R, (1974). Changing Perceptions of Chinese Communities in Central Java, 1755-1825. Indonesia. No 37.April 1974.

Coppel, C. A., (1994). Tionghoa Indonesia Dalam Krisis,PT. Pustaka Aset, Jakarta.

Darmawan, D., (2014). Identitas hibridOrang Cina.Yogyakarta: Gading Publising.

Dawis,A., (2010). Orang Indonesia Tionghoa Mencari Identitas, Jakarta: Gramedia.

Gondomono, (2013). Manusiadan Kebudayaan Han,Jakarta:Penerbit Buku Kompas.

Gondomono, (1996). Membanting Tulang Menyembah Arwah, Kehidupan Kekotaan Masyarakat Cina,Fakultas SastraUI, Jakarta.

Gordon, M. M., (1968). Assimilation in American Life: The Role of Race, Religion, and National Origins,Free Press, New York.

Hariyono, R, (1994). Kultur Cina dan Jawa: Pemahaman Menuju Asimilasi Kultural.Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Harowitz, D.L., (1985). Ethnic Groups in Conflict. Berkeley, Los Angeles. London: University of California Press.

Hudaya, N., (2014). Pengaruh Kebijakan Pemerintah Indonesia Terhadap Kehidupan Etnis Tionghoa di Bidang Politik, Sosial Budaya dan Ekonomi di Kabupaten Jember Pada Masa Reformasi Tahun 1998-1912. Skripsi Pada Jurusan Sejarah Fakultas Sastra, Universitas Jember.

Idi,A., (2009). Asimilasi Cina Melayu di Bangka,Tiara WacanaYogyakarta.

Kompas, (1995). Menjadi Indonesia.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Labovitz, S danR Hagedorn, (1982). MetodeRisetSosial,Erlangga, Jakarta.

Onghokham, (2009). Riwayat TionghoaPeranakan di Jawa. Jogyakarta: Komunitas Bambu.

Pires, T., (2014). Suma Oriental: Perjalanan dari Laut Merah ke Cina& Buku Francisco Rodrigues. Jogyakarta: Penerbit Ombak.

Reid, A., (1992). Southeast Asia in The Age of Commerce vol II,New Haven: Yale University Press.

Remmelink, W.G.J., (2002). Perang Cina Dan Runtuhnva Negara Jawa 1725-1743. Jogyakarta: Penerbit Jendela.

Santosa, I., (2012). Peranakan Tionghoa di Nusantara: catatan Perjalanan dari Barat Ke Timur. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Suryadinata, L., (2002). Negara dan Etnis Tionghoa Kasus Indonesia (Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia.

Suryadinata, L. ,(1999). Etnis Tionghoa dan Pembangunan Bangsa, LP3ES, Jakarta.

Suryadinata, L., (1994). Politik Tionghoa Peranakan di Jawa 1917-1942, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.

Tan, M.G., (1983). Golongan Etnis Tionghoa di Indonesia, Suatu Masalah Pembinaan Kesatuan Bangsa. Jakarta:Yayasan Obor Indonesia.

Winarni, R. dan Raharsono, L. S., (2009). Ingin Menjadi Pribumi: Studi tentang Strategi Adaptasi Orang Orang Tionghoa dalam Bidang Politik, Sosial dan Budaya di Kabupaten Situbondo (Jember: Laporan Penelitian)

Winarni, R., (2010). Para Penguasa Cina di Ujung Timur Jawa: Studi Tentang Peranan Orang-Orang Cina dalam Bidang Politik dan Pemerintahan di Wilayah Eks Karesidenan Besuki Akhir Abad ke-18 Awal Abad ke-19 Laporan PenelitianJember. Lemlit Universitas Jember.

Winarni, R., (2009). Cina Pesisir: Jaringan Perdagangan Cina di Pesisir Utara Jawa Abad XVIII. Kute: Pustaka Larasan, him. 161.

W. Greif, S., (1991). WNI: Problematik Orang Indonesia AsalCina. Jakarta: Grafiti Press.

Wilmott, D. E., (1960). The Chinese of Semarang: A Changing Minority in Indonesia, Cornell University Press, Ithaca, New York.