IKONOGRAFIS POSTER PROMOSI WISATA MASA KOLONIAL 1930-1940

Abstract

Penelitian ini mengkaji aspek visual elemen rupa poster promosi wisata masa Kolonial Hindia Belanda tahun 1930-1940, dengan tujuan untuk mengetahui mengapa budaya lokal digambarkan dengan pendekatan barat art deco yang modern. Melalui metode ikonografi, ketepatan objektif gaya visual akan dirunut dengan sejarah gaya untuk memahami secara kritis bahasa rupa yang terselubung di dalamnya serta ideologi yang direproduksi oleh suatu sistem pertandaan, kajian ini diharapkan dapat mengungkapkan makna dibalik simbolisasi gambar poster wisata masa kolonial. Hasil kajian dalam penelitian ini adalah gaya art deco dipilih untuk memberikan nilai modernitas atas entitas budaya lokal di Hindia Belanda.____________________________________________________________This study examines the visual aspect form of promotional poster tour Netherlands East Indies colonial period 1930-1940, with the purpose to find out why the local culture is described with the Western approach "art deco". Through iconography, the accuracy of the objective of visual style will be tracked back with the history of styles to understand the language of critical way that underlies it and the ideology that page are reproduced by an system of sign, this study is expected to reveal the meaning behind the tourist poster image symbolizing the colonial period. Results of the study in this research is an art deco style resulting in works of the colonial tourist posters to give a value of modernity over the local cultural entities.
https://doi.org/10.52829/pw.45
PDF (Bahasa Indonesia)

References

Arief, A.S., (1999). Tinjaun Desain Dari Revolusi Industri Hingga Postmodern, Jakarta: Universitas Tarumanagara.

Charles, V. & Klaus H. Carl, (tt.). Art Deco,Parkstone.

Crawson,A., (1979). How to Paint with Water Colors , First Published by Collins, Glasgow and London.

Dienaputra, R.D., (2005). Budaya Sunda, Antara Mitos dan Realitas. Artikel Pikiran Rakyat edisi 6 Mei.

Hatley, R., S, J., Lucas, A., Martin, B., (1984). Mapping cultural regions of Java in: Other Javas Away From The Kraton.

Hartono, D., Bandung Society for Heritage Conservation, html

Heidi, H., (1995). Artifacts and Early Foreign Influences. From Oey, Eric (Editor), Bali, Singapore: Periplus Editions.

Heulang Jawa, Kota Bogor Bebas Sampah, Wujudkan komitmen untuk membuat Sungai Ciliwung di Kota Bogor Bebas Sampah

http://www.babadbali.com/pura/plan/ulun-danu-batur.htm diakses 24 Juli 2016, pukul 23.34 WIB

Kodhyat, H., (1996). Sejarah Pariwisata Dan Perkembangannya Di Indonesia, Jakarta: Grasindo.

Kusmiati, A., (2004). Dimensi estetika Pada KaryaArsitek dan Disan , Jakarta: Djambatan.

Koentjaraningrat, (2002). Manusia Dan Kebudayaan di Indonesia, Jakarta: Djambatan.

Komersialisasi Kesenian Bali terjadi sejak Zaman Kolonial diakses, Jumat, 31 Januari 2014 12:27 WIB.

Kintamani, Eloknya Pemandangan Gunung dan Danau Batur, see-and-do/nature-andoutdoor/kintamani/.com. diakses 25 Juli 2016, pukul 23.11 WIB

Miller, J., (2006). Decorative A Dorling Kindersley Book Arts,Dorling Kindersley Limited 80 Strand, London

Mengenal-sejarah-kebaya.html, diakses 27 Juni 2016.22.47 WIB

Panofsky, E., (1965). Meaning in The Visual Arts,The University of Chicago Press, Chicago 1979, Raffles, E., Thomas "The History of Java", Oxford: Oxford University Press.

Raffles, T. E., (1965). "The History ofJava" Oxford: Oxford University Press.

Riana, J. M. I Ketut, Babad Bali - Pura Ulun Danu Batur, diakses via on line www.babadbali.com/pura/plan/batari-dewi-danuh.htm

Rusmako, dkk., (2008). Pendidikan Budi Pekerti,Yogyakarta: Grasindo.

Sachari,A., (2009). Bndaya Visual Indonesia,Jakarta: Penerbit Erlangga.

Sudharta, T.R., (1994). S'iwaratriMaknaDan Upacara.ISBN-13: 978-979-832533.

Sunjayadi, A., (2007 ).Vereeniging Toertistenverker Batavia (1908-1942) - Awal Turisme Modern di Hindia Belanda,Jakarta: Terbitan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI.

Suryalaga, H.R., H., (2003). Makna Alat Tenun Tradisional Menurut Padangan Hidup Urang Sunda,Seminar Pameran Alat Tenun di Museum Jawa Barat - Bandung, 15 Juli.

Susantio, D., (2010). Ciliwung Paling Bersih dan Paling Baik di Dunia, Majalah Arkeologi Indonesia On Line,diakses 26 Februari, 22.47 WIB.

Tolmer, A., (1931). Art Deco Mise en Page: The Theory And Practice Of Lay-Out,

Titib, I.M., (2006). Persepsi Umat Hindu Bali Terhadap Svarga, Naraka, Dan Moksa Dalam Svargarohaaparva: Perspektif Kajian Budaya, Surabaya: Penerbit Paramita.

Yoeti, O.A., (2000). Ilmu Pariwisata: Sejarah, Perkembangan dan Prospeknya, Jakarta: PT. Perea.