RUMAH TRADISIONAL LAMBAN PESAGI LAMPUNG BARAT

Abstract

Keberadaan perkampungan adat atau perkampungan tradisional pada masyarakat Lampung sangat erat dengan kehidupan masyarakat adat, yang telah berlangsung ratusan tahun. Salah satu perkampungan tradisional Lampung adalah yang ada di Desa Kenali, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat yang sarat dengan beragam makna dan simbol.Sampai saat ini masih hidup dan dihayati oleh sebagian masyarakat Lampung, yakni penetapan rumah adat sebagai situs rumah tradisional Pesagi. Rumah adat ini mendapatkan penetapan sebagai situs rumah tradisional berdasarkan Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1992, Nomor Inventaris: 397.04.06.05 Tahun 1992, oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang. Lamban Pesagi merupakan salah satu rumah tradisional Lampung yang masih tersisa, yang apabila tidak mendapatkan perhatian akan hilang tanpa meninggalkan jejak lagi. Hal ini tentunya sangat disayangkan, karena aset budaya Lampung yang sangat berharga ini patut dan wajib dilestarikan sebagai warisan budaya untuk anak cucu kita. Untuk itu kegiatan pencatatan warisan budaya tak benda (WBTB) mengenai Lamban Pesagi ini dirasakan sangat penting. Pengumpulan data di lapangan dengan pengamatan atau observasi, wawancara dengan para informan pemilik Lamban Pesagi, dan juga dilengkapi dengan studi kepustakaan yang relevan.____________________________________________________________The existence of traditional villages at community Lampung society very closely with life indigenous peoples, who has been ongoing hundreds of years. One of the traditional Lampung is Lamban Pesagi in Kenali Villages, Belalau Districts, West Lampung of district  laden with religious pupose and symbol, until now who still alive and be lived by most people of Lampung and has been designated as: the site of traditional villages, Pesagi, base on reserved Republic of Indonesia number 5, 1992 investory of number 397.04.06.05, 1992, by The Ministry Cultural and Tourism, Heritege Preservation Hall relicse ancient of Serang. Lamban Pesagi is one the traditional of Lampung, still left, is not interest will be lost without left a trail again. Its certainly we very dear right, because the cultural assets in Lampung very percious it should be and requested shall we everlasting as cultural  heritage to offspring. For that the registration an intangible cultural heritage (WBTB) respecting Lamban Pesagi. Its feel very important to inventory and documenting traditional houses of Lampung. As for to complete it needs to data collected based on result of supervision or observations, the results data an interview with informant as well as proprietor of Lamban Pesagi, and also fitted with study of decision to find a relevant reference.
https://doi.org/10.52829/pw.48
PDF (Bahasa Indonesia)

References

Basuki, K. H. (2010).Rumah Tradisional Liwa Tahan Gempa.Tugas Mata Kuliah Arsitektur dan Teknologi. ITB, Bandung.

Boen, T., (1983). Manual Bangunan Tahan Gempa: Rumah Tinggal. Bandung: Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan.

BPS Lampung Barat (2015). Lampung Barat dalam AngkaTahun 2015

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Barat, (2015). Koleksi Naskah Lampung Museum negeri Lampung Ruwa Jurai.

Ikhwan, M. (1996). Wujud, Arti, dan Fungsi Puncak-puncak Kebudayaan Lama dan Asli Bagi Masyarakat Lampung. Bagian Proyek P2NB Lampung. Depdikbud. Lampung.

Koentjaraningrat. (2005). Pengantar Antropologi II. Jakarta: Rineka Cipta.

Mardihartono, A. (2013). Kearifan Lokal Dalam Pembangunan Daerah. Bandar Lampung: IndepthPublishing.

Modul Pedoman Pemetaan Sejarah dan Nilai Budaya Tingkat Lanjut. (2015). Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya. Kemdikbud, Jakarta.

Prihatmaji, Y. P. tt Perilaku Rumah Tradisional Jawa “Joglo” Terhadap Gempa.(Penelitian), Yogyakarta.

Siswanto, A. (2009). Kearifan Lokal Arsitektur Tradisional Sumatera Selatan Bagi Pembangunan Lingkungan Binaan.(Penelitian). Palembang.

http://akademilampung.wordpress.com/2008/01/20/arsitektur-tradisional-lampung. Sumber: Indonesia TanahAirku (2007).