EKPRESI WAJAH REINTERPRETASI VISUAL DI BALIK KARAKTER DEWATA NAWA SANGGA

Abstract

Ekspresi wajah manusia dengan berbagai karakter dan dinamikanya nampak menunjukkan ekspresi yang bermacam-macam, ada yang sedih, gembira, senang, takut, marah dan masih banyak misteri lain yang ada pada karakter wajah manusia. Wajah banyak saya temui di tempat-tempat umum, di terminal, di rumah sakit, di pasar, di sekolah, di kantor dan sering pula wajah manusia tampak pada layar kaca elektonik TV, koran, majalah, dan buku-buku. Ekspresi wajah manusia dalam ikon visual Dewata Nawa Sangga, Hindu Bali, yang dilukiskan dalam bentuk wayang, menjadi stimulasi dalam penciptaan karya seni lukis. Transformasi ekspresi wajah yang muncul dalam karakter visual wayang Dewata Nawa Sangga tersebut berpotensi mampu menjadi stimulasi dalam menciptakan berbagai karya seni lukis baru dengan bahan mixed media. Reinterprestasi visual di balik karakter Dewata Nawa Sangga, yang memiliki atribut, karakter, bentuk, warna, senjata, kendaraan, mempunyai  pesan moral terhadap umat manusia agar selalu berpikir, berkata, berbuat baik terhadap sesama manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan, di mana pun mereka berada. Esensinya adalah nilai-nilai luhur agama harus dipahami, diresapi, dan dimengerti untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud dari perilaku dharma. Perilaku dharma manusia akan tercermin pada watak dan sifat antara lain, satwan, rajas, tamas. Sifat dan watak itu, sebagai karakter yang  tercermin pada ekspresi wajah manusia, yang kemudian direinterpretasikan sesuai dengan konsep penciptaan, konsep bentuk, penggunaan media dan teknik yang sesuai dengan kebutuhan kreatifitas.____________________________________________________________Human facial expressions with its characters and dynamics show different expressions; sad, happy, fun, afraid, angry, and many other mysteries on the human facial character. I see many faces in public area, bus station, hospital, market, school, office, and human face is also shown on the television, newspaper, magazines, and books. Human facial expression in visual icon Dewata Nawa Sangga, Balinese Hinduism, which is depicted in the form shadow puppets, becomes the stimulation in the creation of painting arts. The facial expression transformations that appear in the visual character of the shadow puppets have the potential to become stimulation is the creation of new painting arts with mixed media. The visual reinterpretation of the character of Dewata Nawa Sangga which has attribute, character, form, colour, weapon, and vehicle, has moral message for human to always have positive thinking, good talking, and be kind to other humans, animals, and plants, wherever they are. The point is that the noble values of religion should be known, impregnated, understood and be carried out in daily life as a part of Dharma behavior. Human Dharma behavior is reflected in the qualities and traits such as Satwan, Rajas, and Tamas. The qualities and traits, as the characters reflected in human face expression, which is then reinterpreted in the creation concept, form concept, media use, and techniques as needed by the creativity.
https://doi.org/10.52829/pw.49
PDF (Bahasa Indonesia)

References

Alit Pekandelan, M., (2009). Kanda Empat Dewa, Manusia Setengah Dewa Sakti Manderaguna, Penerbit Paramita Surabaya.

Camphell, D., disadur oleh Mangunwijaya, AM., (1986). Mengembangkan Kreativitas, Penerbit Kanisius Yogyakarta (Anggota IKAPI).

Ekman, P., (2010). Membaca Emosi, Mengenal Berhagai Ekspresi Wajah dan Perasaan untuk Meningkatkan Komunikasi dan Kehidupan Emosional,Yogyakarta-Surabaya.

Ekman, P., dan Wallace V. F., (2009). Buka dulu Topengmu, Panduan Membaca Emosi dari Ekspresi Wajah, Putaka Baca, Yogyakarta.

Gunasta, I Md., (2014). Kecirifan Bali Bicara Melaui Tindakan, Ringkasan dan Ulasan Dharma Talk, Penerbit Yayasan Kryasta Guna.

Hardiman, (2003). Ruang dan Dimensi Keragaman Seni Rupa Bali, Pengantar Kuratorial Pameran Growing Ekspression Painting, Penerbit (SUARDI) Suara Dunia Seni Denpasar Bali.

Jendra. I.W., (2009). Kanda Empat Dewa, Manusia Setengah Dewa Sakti Mandraguna, Penerbit Paramita Surabaya.

Kutha R., I.N., (2010). Metodologi Penelitian,Kajian Budaya Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya. Penerbit Pustaka Pelajar Yogyakarta.

Kutha R., I.N., (2007). Estetika Sastra dan Budaya, Penerbit Pustaka Pelajar Yogyakarta.

Ngakan M., M., (2010), Tuhan Agama dan Negara,Penerbit Media Flindu Yogyakarta.

Sunarprasetyo, D., (2010). Membaca Wajah Orang, Menafsirkan Karakter Orang-orang disekitar Kita, Melaui Metode Pembacaan Profit Wajah, Penerbit Diva Press, Banguntapan Yogyakarta.

Suharsana, K.M., (2008). Tri Murti, Tiga Perwujudan Utama Tuhan, Penerbit Paramita Surabaya.

Subagiasta, I.K., (2006). Shiva Shiddhanta di India dan Bali, Penerbit Paramita Surabaya.

Triguna, I .B. G., (2011). Mengapa Bali Unik ,Pustaka Jumal Keluarga Jakarta.