NATIONALISM FROM THE OOSTHOEK: THE CONTRIBUTION OF GEMEENTERAAD MALANG ON THE EMPOWERING OF INDONESIA LOCAL POLITICIAN (1920-1941)

Reza Hudiyanto(1*),


(1) Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang
(*) Corresponding Author

Abstract


The implementation of indirect local election has blossomed political sphere in the regions such as regency and municipal. The unexpected results of this 10 years old implemented democracy are returning new order politician, mushrooming money politics and rebirth of local dynastic. In fact, the role of local legislative member in empowering civil society comes to blurred. Corruption that involved many politician have made distrust among people lately. In fact, in second decade of 20th century, Indonesian politician in local parliament had represented honor and dignity of the nation. They fought for progression among indigenous people. How did this local council shaped their mind and skill? This article emphasized on the role of local parliament in the empowering of national consciousness among Indonesian politician in Dutch Colonial periods. According to notice if local parliament, there were names of Indonesian local council members the very local in the parliament court such as Soekardjo Wirjopranoto, R P Pandji Soeroso and many others. As a minority fraction in the council, their attitude toward the pressure of the colonial discrimination showed that they used their position as a member of local council to empower their critical stand against local colonial policy. The methods used in this research is historical methods. By collecting, appreciating and interpreting local parliament documents (notulen) and newspapers from 1925 to 1940, we knew the situation, context and discussion in parliament room. From this documentary research, it can be concluded that local parliament (gemeenteraad) Malang has played important role on empowering the political skill among the Indonesian city council members at that time. By doing their function as a member of local city council, they know how to manage and to solve the city problem. It is become clear that in the post independence period, many of their names were enlist in the member of Republic Indonesia Cabinet.

 

Penerapan dari system Pemilihan anggota legislative secara tidak langsung telah mengembangkan iklim politik di daerah tingkat dua seperti Kabupaten dan Kota. Hasil yang tidak terduga dari 10 tahun pelaksanaan demokrasi adalah kembalinya politisi-politisi Orde Baru, menjamurnya politik uang dan kebangkitan kembali dinasti local. Dalam kenyataan, peran dari anggota dewan di daerah dalam pemberdayaan masyarakat masih belum jelas. Korupsi yang melibatkan politis di daerah telah menciptakan kekecewaan di kalangan public akhir-akhir ini. Sejak kapan penyalahgunaan kekuatasn oleh anggota Parlemen ini terjadi?

Penerapan sistem pemilihan anggota legislatif secara tidak langsung telah mengembangkan iklim politik di daerah tingkat dua seperti kabupaten dan kota. Hasil yang tidak terduga dari 10 tahun pelaksanaan demokrasi adalah kembalinya politisi-politisi orde baru, menjamurnya politik uang dan kebangkitan kembali dinasti lokal. Dalam kenyataan, peran anggota dewan di daerah dalam pemberdayaan masyarakat masih belum jelas. Korupsi yang melibatkan politisi di daerah telah menciptakan kekecewaan di kalangan publik akhir-akhir ini. Sejak kapan penyalahgunaan kekuatan oleh anggota Parlemen ini terjadi? Artikel singkat ini mencoba memberikan penekanan pada peran lembaga dewan kota dalam pemberdayaan kesadaran nasionalisme di kalangan politisi lokal bangsa Indonesia pada periode Kolonial Belanda. Menurut catatan dari parlemen lokal atau dalam teks asli disebut Stadsgemeente Raad, terdapat beberapa nama anggota parlemen daerah seperti Soekardjo Wirjopranoto, Pandji Soeroso dan beberapa anggota lain. Sebagai faksi yang minoritas di dewan, sikap mereka terhadap tekanan diskriminasi koloial membuktikan bahwa mereka telah menggunakan kesempatan itu untuk pemberdayaan sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah kolonial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Melalui pengumpulan, kritik, dan interpretasi dokumen dewan kota, dan surat kabar yang berasal dari tahun 1925 hingga 1940, diperoleh gambaran tentang situasi, konteks dan diskusi yang dikembangkan dalam ruang sidang parlemen. Dari kajian dokumen ini dapat disimpulkan bahwa dewan kota (gemeenteraad) Malang telah memainkan peran penting dalam pemberdayaan politisi Indonesia, terutama ketrampilan dalam berargumen, pemahaman sistem hukum dan birokrasi, pemecahan permasalahan kota pada saat itu. Sebagai dampak positif adalah munculnya tokohtokoh kompeten yang menjalankan fungsi pemerintahan sesudah kolonialisme berakhir pada tahun 1945.


Keywords


Stadsgemeenteraad; pemberdayaan; politisi local Indonesia; Malang

Full Text:

PDF

References


De Graaf, H.J (1949). Geschiedenis van Indonesie.The Hague: Martimus Nijhoff

De Malangers, 29 September 1933

De Malangers, 31 Maret 1931

De Oosthoekbode, 28 Maret 1931

Furnivaal, 1944, Netherland India: A Study of Plural Economi. Cambridge: Cambridge Univ Press

Koleksi Arsip daftar nama orang-orang terkenal di Jawa. ANRI

Koloniaal Verslag 1925

Koloniaal Verslag 1924

Nisbet, A, (1969.) Social Change and History. Aspect of The Western Theory of Development. New York: Oxford University Press,

Nordholt, H.S and Gusti, (ed) (2003). Indonesian in Transition. Work Progress. Yogyakarta; Pustaka Pelajar,

Notulen der vergadering der Stadsgemeenteraad 1931

Notulen der vergadering der Stadsgemeenteraad 1932

Notulen der vergadering der Stadsgemeenteraad 1934

Staatsblad 1929, No. 28

Tjahaja Timoer ,17 November 1920.

Tjahaja Timoer 30 Januari 1922

Van Liempt, F.J.M, (1939). Kroniek Der Stadgemeente Malang. Soerabia: Uitkolff,

Van Schaik, A (1996) Malang, Beeld van Een Stad. Purmerend : Asia Maior


Article Metrics

Abstract view : 81 times
PDF - 42 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

View all comments


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXING PARTNERS:
ISJD

SPONSORED BY:

Web
Analytics View My Stats