NILAI BUDAYA YANG TERKANDUNG DALAM TRADISI SASI IKAN LOMPA DI NEGERI HARUKU KABUPATEN MALUKU TENGAH

Damardjati Kun Marjanto(1*),


(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Manusia, alam, dan kebudayaan merupakan tiga entitas yang tidak bisa dipisahkan. Alam lingkungan sebagai tempat tinggal manusia membentuk cara hidup manusia yang dikenal sebagai kebudayaan, sedangkan kebudayaan itu sendiri juga merupakan cara adaptasi manusia dalam menanggapi lingkungan alamnya. Praktik keselarasan manusia dengan alam pada masyarakat Negeri Haruku dikenal sebagai Tradisi Sasi ikan lompa. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan sasi ikan lompa dan mengungkapkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sasi ikan lompa merupakan salah satu contoh keberhasilan simbiosis mutualisme manusia dengan alam. Ikan Lompa yang dipelihara dengan tradisi sasi dapat berkembang dengan baik dan pada gilirannya mendatangkan kesejahteraqan bagi manusia Di samping itu tradisi sasi ikan lompa juga sarat dengan nilai-nilai budaya, yaitu penghormatan terhadap alam lingkungan, ketaatan terhadap aturan adat, kebersamaan dan kesetiakawanan sosial, dan juga pengorbanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif di mana teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan FGD (Focus Group Discussion), dengan teknik analisis data deksriptif kualitatif.

Man, nature, and culture are three entities that can not be separated. The natural environment as a dwelling for man shapes way of life that is known as culture. The other side, culture is also a way of human adaptation in response to its natural environment the harmony practices between man and nature in Negeri Haruku community is known as Sasi tradition for Lompa fish. The aim of this study describs Sasi tradition for Lompa fish and reveal cultural values in the tradition. The result of the study indicates that Sasi tradition for Lompa fish is one of succes model of symbiosis mutualisma between man and nature. Lompa fish that is cared in Sasi tradition can be thrived and bring in human welfare. Besides it, the tradition also loaded with cultural values, i.e. respect to natural environment, adherence to customary rules, togetherness and social solidarity, and also spirit of sacrifice. This study is a qualitative approach in which techniques for data collection is obtained by observation, interview, and FGD (Focus Group Discussion), with a qualitative descriptive techniques for data analysis.


Keywords


tradition; sasi; lompa fish; cultural values

References


Adishakti, L. T. dan Suhadi Hadiwinoto, 2010. Pendidikan Pusaka Indonenesia. Panduan untuk Guru Sekolah Dasar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jakarta : Badan Pelestarian Pusaka Indonesia bekerjasama dengan Erfgoed Nederland, Puskurbuk Balitbangdikbud, Pusat Pelestarian PusakaArsitektur FT UGM, dan Kantor UNESCO Jakarta.

BudhiSantoso, S., 2014. Peran Kebudayaan dalam Pendidikan Karakter. Keynote Speaker dalam “Seminar Forum Komunikasi Peneliti Kebudayaan”. Batam, 11-14 Maret 2014.

Dove, M. R., 1994. Ketahanan Kebudayaan dan Kebudayaan Ketahanan. Kata Pengantar dalam Paulus Florus et.al (ed.), “Kebudayaan Dayak: Aktulisasi dan Tranformasi”. Jakarta: Grasindo.

Kissya, E., 2013. Kapata Kewang Haruku Dan Tradisi sasi Aman Haru-Ukui. Makassar: Ininnawa dan Layarnusa.

Koentjaraningrat, 1992. Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta : PT Gramedia.

Koentjaraningrat, 1980. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Djambatan.

Laksono, P. M. et. al., 2000. Perempuan di Hutan Mangrove, Kearifan Ekologis Masyarakat Papua. Yogyakarta: Kerjasama Pusat Studi Asia Pasifik (PSAP) UGM dengan Galang Press danYayasan Kehati.

Lewis, E. D., 2015. Langkah-langkah Menuju Sebuah Pemahaman tentang Budaya hal.451-496. Dalam Lee, Julian C.H. dan John M. Prior (peny.) “Pemburu yang Cekatan. Anjangsana bersama Karya-karya E. Douglas Lewis”. Maumere: Penerbit Ledalero.

Liliweri, A., 2014. Pengantar Studi Kebudayaan. Bandung : Penerbit Nusa Media. Maleong, L. J., 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Munawaroh, S., 2013.Upacara Adat Nyanggring di Tlemang Lamongan Sebagai Wahana Ketahanan Budaya. Jantra, Jurnal Sejarah dan Budaya Vol.8 No.2. Desember 2013. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya.

Rudito, B., 2013. Strategi Internalitradisi sasi Nilai Budaya pada Keluarga, Komunitas Remaja, dan Masyarakat di Daerah Rawan Konflik (Pendekatan Antropologi)”. Makalah dalam “Workshop dan Penyusunan Buku Panduan Strategi Pelaksanaan Internali tradisi sasi Nilai Budaya pada Keluarga, Komunitas Remaja, dan Masyarakat di Daerah Rawan Konflik”. Jakarta, Hotel Milenium, 16 September.

Salam, R., 2013. Nilai Budaya dalam Upacara Perkawinan Adat Tolaki di Kelurahan Bende Kecamatan Mandonga Kota Kendari. Jurnal Sejarah dan Budaya Walasuji Vol. 4 No 2. Desember 2013. Makassar : Balai Pelestarian Nilai Budaya.

Salim, E., 2013. Tradisi sasi, Pelajaran dari Kearifan Lokal. Pengantar dalam Kissya, Eliza. “Kapata Kewang Haruku Dan Sasi Aman Haru-Ukui”. Makassar: Ininnawa dan Layarnusa.

Watloly, A., 2013. Cermin Eksistensi Masyarakat Kepulauan Dalam Pembangunan Bangsa. Jakarta: PT Intimedia Ciptanusantara.


Article Metrics

Abstract view : 2972 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 86 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

View all comments


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXING PARTNERS:
ISJD

SPONSORED BY:

Web
Analytics View My Stats