STRATEGI PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN BERKELANJUTAN

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk mengungkap pembangunan rumah susun sebagai salah satu strategi pembangunan perumahan berkelanjutan, dan implikasinya terhadap kebijakan pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Metode analisis data sekunder digunakan untuk analisis secara deskriptif kualitatif dari berbagai sumber pustaka dan dokumen. Hasil bahasan menunjukkan bahwa pembangunan rumah susun merupakan solusi penyediaan perumahan rakyat yang saat ini paling rasional bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dikaji dari berbagai aspek baik penggunan lahan, pembiayaan, maupun keberlanjutan lingkungan, rumah susun memberikan alternatif terhadap pembangunan perumahan dan permukiman yang adil, nyaman, dan berkelanjutan.The article was purposed to discusse of the development of vertical residential for the sustainable of housing development and its impact to the housing development policy for the low income people. Secondary data analysis method used to analyze the data which were collected from literature and several documents. The result of the discussion showed that vertical residential development is the solution of people housing supply, which the most rational for low income people. Based on the several aspects wether it is land use, cost and environment sustainabelity, vertical residential gives several alternatives to housing and setllement developments which are fair, leisure, and sustainable.
PDF (Bahasa Indonesia)

References

Anshory, Ch. Nasruddin dan Sudarsono, 2008. Kearifan Lingkungan dalam Perspektif Budaya Jawa. Jakarta:Yayasan Obor Indonesia.

BAPPENAS. 2014. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2014-2019: Buku 1 Agenda Pembangunan Nasional. Jakarta: BAPPENAS.

Butters, C. 2003. Sustainable Human Settlements Challenges for CSD, working paper in The 12th Session of the Commission on Sustainable Development (CSD 12). NABU. New York.

Chapin, F. Steward, and Kaiser, Edward J, 1979. Urban Land Use Planning. Chicago: University of Illnois Press.

Dimyati, Moh, tt. Mengatasi Backlog Perumahan Bagi Masyarakat Perkotaan. Kementerian Pekerjaaan Umum, diunduh dari http://penataanruang.pu.go.id/bulletin/upload/data_artikel/edisi5g.pdf

Drakakis-Smith, David. 1981. Urbanization, Housing and the Development Process. New York: St. Martin's Press.

Duxbury J. M., Abrol, I. P, Bronson K. F., and Gupta R. K. 2000. Long-term soil fertility experiments in rice wheat cropping systems. RiceWheat Consortium Paper Series No. 6. RiceWheat Consortium for the Indo-Gangetic Plains, New Delhi. 171 pp.

Hammond, C. W., 1985. Elements of Human Geography. London: McDonald and Evans.

Haughton, G. C., David. 2004. Region, Spatial Strategies and Sustainable Development. New York: Routledge.

Hudson, F. R. G. S., 1970. A Geography of Settlements. London: McDonald and Evans Ltd.

Kantor Sekretariat Negara Republik Indonesia, 2011. Undang-undang Republik Indonesia. No.1. Tahun 2011, tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Jakarta: Kantor Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Kirmanto, D., 2005. Peran Ruang Publik Dalam Pengembangan Sektor Properti dan Kota. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.

Kusno, A., 2012. Politik Ekonomi Perumahan Rakyat dan Utopia Jakarta. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Kuswartojo, T., Rosnarti, D., Effendi, V., Eko, R., Sidi, P., 2005. Perumahan dan Permukiman Indonesia. Bandung: Penerbit ITB.

Lefebvre, H., 1991. The Production of Space. Oxford: Basil Blackwell Ltd.

Limbong, B., 2014. Politik Pertanahan. Jakarta: Margaretha Pustaka.

Munasinghe, M. and Shearer, Walter, editor. 1995. Defining and Measuring Sustainability: The Biophysical Foundation. The UN University and The World Bank.

Munck, R., 2007. Globalisation and Contestation. NewYork: Routledge.

Muta'ali, L., 2013. Penataan Ruang Wilayah dan Kota (Tinjauan Normatif-Teknis). Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi UGM.

Pacione, M., 2009. Urban Geography: A Global Perspective, Third Edition. London: Routledge.

Rapoport, A., 1969. House, Form and Culture. New York: Prentice Hall Inc. Englewood Cliffs.

Ritohardoyo, Su. 2000. Geografi Permukiman: Pengertian, Klasifikasi, Perumahan dan Pola Permukiman. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.

Roberts, B. K., 2003. Landscapes of Settlement: Prehistory to Present. London: Routledge.

Sutaryono, 2013. Kontestasi dan Marjinalisasi Petani: Realitas Petani Negeri Agraris. Sidoarjo: Zifatama.

Undang Undang No. 26. Tahun 2007, Tentang Penataan Ruang. Jakarta: Kantor Sekretariat Negara Republik.

Undang Undang No. 1. Tahun 2011, Tentang Perumahan dan Permukiman, Jakarta: Kantor Sekretariat Negara Republik.

Undang Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta: Kantor Sekretariat Negara Republik.

Yudohusodo, S., 1994, Rumah Untuk Segala Rakyat, Jakarta:Yayasan Padamu Negeri.

Yunus, H. S., 1987. Geografi Permukiman dan Beberapa Permasalahan Permukiman di Indonesia, Makalah Pidato Pengukuhan Jabatan Lektor K.epala, Yogyakarta: Fak. Geografi UGM.

_________________, 2007. Subject Matter dan Metode Penelitian Geografi Permukiman Kota 2007. Yogyakarta: Fakultas Geografi.

_________________, 2008. Dinamika Wilayah Peri-Urban: Determinan Masa Depan Kota. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.