DAMPAK SOSIAL SEBUAH KARYA SENI PADA KAUM MISKIN DAN TERTINDAS KAJIAN SOSIOLOGIS PADA CANDI GANJURAN

Danang Bramasti(1*),


(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Situasi sosial pada 1920-an, terutama situasi pribumi dan para buruh, mempengaruhi Schmutzer bersaudara (Josef dan Julius)untuk membuat rumah sakit, sekolah, panti asuhan,dan tempat peribadatan Katolik yang berbentuk candi yang kemudian dikenal dengan Candi Ganjuran. Candi ini selesai dibangun pada tahun 1930. Schmutzer bersaudara memilih bentuk candi untuk memperlihatkan keberpihakan mereka kepada pribumi yang tertindas. Setelah dibangun, candi ini terlupakan selama enam puluh tahun dan pada masa itu candi ini tidak terwat dan terbengkalai. Pada 1990, Gregorius Utomo Pr, atau yang akrab disapa Romo Tomo, menggali kembali semangat pendiri candi ini dengan mencanangkan Deklarasi Ganjuran. Sejak itu, candi ini menjadi tempat peziarahan Katolik yang terkenal di Indonesia. Para peziarah menyumbangkan uang yang kemudian digunakan untuk membantu mereka yang lemah secara ekonomi. Penelitian ini akan mengkaji latar belakang terbentuknya Candi Ganjuran dan dampak sosial yang terjadi setelah candi ini terbentuk. Metode penelitian dengan melakukan kajian dokumen, wawancara terhadap mereka yang terlibat dalam proses sosial candi itu, dan melakukan observasi lapangan. Penelitian ini menggunakan teori Dunia Seni dari Howard S. Becker yang mengatakan bahwa sebuah karya seni terbentuk dari proses sosial. Teori ini akan memperlihatkan adanya aktor-aktor yang saling terkait satu dengan yang lain dalam proses sosial yang terjadi pada candi itu dan dalam penelitian ini melihat kaitan tersebut pada mereka yang lemah secara ekonomi. Dengan demikian, penelitian ini memperlihatkan apakah Candi Ganjuran pada saat ini memperlihatkan keberpihakan pada mereka yang lemah seperti yang diharapkan oleh pendirinya.

The social situation in the 1920s, especially the situation of indigenous and workers, affected the Schmutzers brothers (Josef and Julius) to make hospitals, schools, orphanages, and Catholic place of worship which is the Hindu temple shaped and then known as the Temple of Ganjuran. The temple was built in 1930. The Schmutzer brothers chose to make it in the temple shaped because they wanted to show that they took side to the oppressed natives. However, after the temple was built, it did not get the attention of Catholics so that it was forgotten for sixty years and at that time the temple was neglected. In 1990, Gregorius Utomo Pr, or familiarly called Romo Tomo, tried to explore the spirit of the founder of this temple by launched the Declaration of Ganjuran. And then now the temple becomes famous as a Catholic pilgrimage site in Indonesia. The pilgrims donate a lot of money to help the poors. This study will examine the background of the establishment of the Temple of Ganjuran and then the social impacts that occur after the temple was established. This social process will be studied through the theory of Art World by Howard S. Becker (Art World, 2008) by examining documents, interviews with people involved with the temple and field observations. This process will show the actors who are interlinked in a social process that occurs in the course of life of the Temple of Ganjuran, especially to the poors. Thus, this study will show whether the temple Ganjuran currently showing solidarity towards the poors as expected by its founder. 


Keywords


Ganjuran temple; social impact; art world; social proces

References


Aritonang, J.H. and Steenbrink, K., (Ed.), 2008. “ A History of Christianity in Indonesia”, Leiden Boston: Brill.

Baudet, H. dan Brugmans, I.J., (Ed), 1987. “Politik Etis dan Revolusi Kemerdekaan, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Becker, New Direction in the Sociology of Art, 2003.

Becker, H.S., 2008. “Art World”, University of California Press.

Dewan Paroki Hati Kudus TuhanYesus Ganjuran, Rahmat yang Menjadi Berkat, 2004.

Door, SJ, C., 1929. “Een Katholiek Kerkgebouw in Javaansche Stijl”, dalam majalah St. Claverbound Magazine vol 40. (terj. GaluhAmbar Sasi)

Elihami, L.E., 1995. “Sejarah Berdirinya Paroki Hati Kudus Yesus Ganjuran: Inkulturasi Sebagai Landasan Tumbuh Dan Berkembangnya Paroki Hati Kudus Yesus Ganjuran Yogyakarta”,Yogyakarta: Skripsi Universitas Sanata Dharma.

Geertz, C., 2014. Agama Jawa (terjemahan Aswab, Mahasin, dan Bur Rasuanto). Depok: Komunitas Bambu.

Handinoto, 1998.“Arsitektur Gaya 'Indo Eropa' Th. 1920 an di Indonesia”. Dalam Dimensi Arsitektur Vol. 26-desember.

Helling, SJ, J., 1930. “Java aan het H. Hart van Jezus”, dalam majalah St.Claverbond Magazine, vol 42. (terj: GaluhAmbar Sasi).

Kartodirjo, S., 1992. Pendekatan Ilmu Sosial daam Metodologi Sejarah, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Pedoman Pengelolaan Dana Sosial Paroki Hati Kudus TuhanYesus Ganjuran, 2015.

Soekiman, D., 2000. Kebudayaan Indis. yogyakarta: Bentang.

Sugiyana, F. X., 2003. “Devosi Kepada Hati Kudus Yesus, Makna dan Peranannya dalam Kehidupan Sosial”, Program Pasca Sarjana Universitas Sanata DharmaYogyakarta.

Sulistyo, B., 1995. “Pemogokan Buruh, Sebuah Kajian Sejarah”, Yogya: Tiara Wacana.

Sumintardja, D., 1981. “Kompendium Sejarah Arsitektur jilid I”, Bandung: Yayasan Penyelidikian Masalah Bangunan.

Teiseran, M., 2013. Zoet Hart Van Jesus wees Mijne Liefde, Hati Yesus yang Manis, Jadikanlah Kasih-Mu Kasihku, sebuah Biografi Rm. Gregorius Utomo, Pr, Kanisius, Yogyakarta.

Vickers, A., 2005. “A History of Modern Indonesia”, Camdbridge University Pers.

Vries, Z. de., 1987. Dinas-dinas Kemakmuran, dalam buku Polotik Etis dan Revolusi Kemerdekaan, jakarta: Baudet, H. dan Brugmane, I. J. (ed) (terjemahan Amir Sutaarga).Yayasan Obor Indonesia.

Zoelberg, V, 1990. “Constructing A Sociology of The Arts”, Cambridge University Press.

WEBTOGRAFI

http://www.imankatolik.or.id/ajaran sosial gereja, 02-01-2015, pk 10.57

http://francekatolik.blogspot.com/2012/02/ajaran-sosial-gereja-atau-asg.html, 21-04-2015, 23.38

http://green-organic-rice.blogspot.com/2008/08/sekretariat-pelayanan-tani-dan-nelayan 25-06- 2015, 16.39

http://www.ignatius-magelang.info 25-06- 2015, pk 16.38).


Article Metrics

Abstract view : 120 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 51 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

View all comments


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXING PARTNERS:
ISJD

SPONSORED BY:

Web
Analytics View My Stats