Reader Comments

CUMLAUDE

by area seoku (2019-11-06)


Beasiswa Untuk Mahasiswa S1 - Dulu lulusan CUMLAUDE merupakan barang langka. Sebut aja mahasiswa angkatan 80an nilai D atau E umum terjadi. Mereka harus mengulang tidak cukup sekali ataupun dua kali hanya untuk mendapatkan nilai C. Kini, nilai C bahkan menjadi nilai minimal di perguruan tinggi.

Beberapa bulan yang lalu pada Hari Sabtu, kampus saya menggelar wisuda periode kedua pada tahun itu. Saya adalah salah wisudawan yang turut hadir pada acara monumental tersebut. Pada hari itu saya juga berbahagia karena mendapat selempang yang saya dambakan sewaktu menjadi mahasiswa baru. Selempang CUMLUADE, yang bisa dibilang ajang riya' karena sebagai pembuktian bahwa selama menjadi mahasiswa memperoleh nilai akademis yang baik.

Tidak hanya saya yang berbahagia, orang tua pun turut berbangga karena anaknya memakai selempang CUMLAUDE. Selempang prestisius yang menandakan bahwa intelektual anaknya bisa dibilang 'tidak goblok' saat menjadi mahasiswa. Sedari dari rumah saya dan orang tua berangkat dengan percaya diri menuju gedung wisuda. Moment yang ditunggu akhirnya terjadi pada hari itu. Setelah berdarah-darah mengerjakan skripsi, menempuh kuliah, begitu pula peluh keringat orang tua untuk mencari nafkah guna membayar SPP tiap semester.

Baca Juga : 5 Tips Memilih Jurusan Kuliah Agar Bermanfaat

Saya pun memasuki ruangan wisuda. Terlihat banyak wajah cantik yang bersolek, adapula yang bersanggul. Semua cantik, saya hampir tidak mengenali rupa mereka.Mirip artis !. Wisudawan pria juga tidak ketinggalan. Rambut mereka klimis, sepatunya mengkilat dengan balutan kemeja yang rapi. Tiba saat saya menuju kursi. Kemudian duduklah di kursi itu, rasanya ingin sedikit me-rileks kan badan. Sedari bakda shubuh saya sudah diburu-buru ibu pergi ke Salon untuk merias wajah. Setelah agak rileks saya mulai mengamati keadaan sekitar. Sebaris dengan tempat duduk saya, hanya ada satu orang yang mengenakan selempang CUMLAUDE. Saya pun berbangga dalam hati. Wajar jika yang mengenakan selempang CUMLAUDE hanya satu orang ditambah saya jadi dua orang, karena saya bisa dibilang telat lulus. Saya menghabiskan masa lima tahun di kampus.

Lalu saya mulai menoleh ke belakang.Saya melihat semua wisudawan yang duduk di belakang saya menggunakan selempang CUMLAUDE. Kemudian saya amati barisan di belakangnya lagi. Ternyata, juga didominasi para wisudawan CUMLAUDE. Hanya segelintir orang saja yang 'polosan' alias tidak memakai selempang CUMLAUDE. Mereka yang duduk di belakang saya adalah adik tingkat. Tidak seperti saya yang molor hampir dua semester, mereka menyelesaikan studi tepat waktu bahkan kurang dari 4 tahun. "Ciee, yang CUMLAUDE", gurau teman seangkatan yang duduk di samping saya. " Hmmm, CUMLAUDE mah sekarang udah pasaran. Tuh liat aja di belakang", balasku padanya. Kemudian dia menoleh ke belakang lalu tertawa cekikikan sambil menutupkan kedua tangannya pada mulutnya.

Iseng karena penasaran banyaknya lulusan CUMLAUDE yang terjadi pada jurusan saya. Lalu, saya mulai membuka buku alumni. Di situ tertera biodata wisudawan beserta IPK nya. Ada 29 dari 51 total wisudawan pada jurusan saya. Artinya hanya ada 22 orang saja yang tidak CUMLAUDE. Hmm wisudawan didominasi lulusan CUMLAUDE.

Saya lagi-lagi iseng membuka seputar berita wisuda. Ternyata hal yang sama terjadi pada universitas http://ripasuripto.blog.institutpendidikan.ac.id/tips-beasiswa-djarum/ negeri lain seperti universitas saya. Lulusan CUMLAUDE bukan hal yang langka lagi. Bahkan ada universitas ternama pada tahun 2015 jumlah lulusan CUMLAUDE nya adalah sepertiga dari jumlah wisudawan. Keadaan yang berbeda 180 derajat pada saat era 80an. Flashback dari fenomena menjamurnya CUMLAUDE, saya kemudian menganalisa mengapa mahasiswa zaman now banyak yang meraih predikat ini.

1. Faktor Dosen Yang Baik Hati

Saya merasa dosen zaman now lebih bertoleransi terhadap mahasiswanya. Terlebih dosen milineal yang kadang tidak hanya sebagai pendidik di dalam kelas tetapi juga teman curhat. Mereka lebih punya rasa kemanusiaan yang tinggi. Sehingga, nilai minimal yang diberikan adalah B+. Jika ada mahasiswa yang keterlaluan pun masih diberikan nilai C. Namun, saya juga pernah mendapatkan dosen dari generasi pra baby boomer yang cara mengajarnya cenderung kaku. Nilainya pun terbilang sulit. Dari kesemua kelas yang diajar nilai yang tertinggi adalah B+. Dosen ini juga tidak segan-segan memberikan nilai D atau E. Banyak teman saya yang rajin berangkat kuliah, mengerjakan paper tapi tetap saja mendapatkan nilai D. Mungkin inilah yang dirasakan oleh generasi mahasiswa era 80-an susah payah mencari nilai.

2. Mudahnya Mencari Bahan Kuliah

Zaman serba teknologi kini semakin mudah dalam mencari referensi kuliah, terlebih internet. Dalam hal ini saya juga tidak merekomendasikan untuk mencari referensi dari internet yang sumbernya tidak ilmiah. Kemudahan ini saya temukan untuk mengakses jurnal-jurnal ilmiah. Tidak perlu bersusah payah pergi dari kampus ke kampus untuk membaca jurnal https://www.edocr.com/user/kalamboyboy. Cukup ketikkan di Google Scholar, ataupun mengakses website kampus pasti akan menyediakan menu download jurnal. Kemudahan ini juga saya rasakan saat sedang 'bokek alias kere'. Saat saya tidak mampu membeli buku. Maka internet menyediakan ebook sehingga dapat leluasa untuk dibaca. Jika tak ada dalam versi Bahasa Indonesia maka ada versi Bahasa Inggris. Tidak perlu khawatir susah paham dengan versi English karena tidak punya kamus besar. Tenang! . Ada google translate yang siap membantu.

3. Kampus Pun Juga Mengejar Akreditasi

Jangan salah pada saat akreditasi kampus komponen yang dinilai tidak hanya dari segi fasilitas kampus maupun dosen, tetapi juga mahasiswa. Saya pernah mendengar 'selintingan' bahwa jika suatu institusi kampus semakin banyak meluluskan mahasiswa dengan predikat CUMLAUDE maka dianggap berhasil.

Baca Juga : Bagaimana Cara Mendapatkan Beasiswa S1?

Buat para mahasiswa baru yang unyu-unyu, tulisan ini bukan bermaksud mengendorkan semangatmu untuk belajar teori di kampus. Tetapi justru memotivasimu untuk tetap meraih CUMLAUDE. Karena bagaimanapun, CUMLAUDE adalah kebanggaan orang tuamu. Dan membahagiakan orang tua bisa mempermudah jalanmu untuk masuk surga. Tetaplah jadi mahasiswa yang CUMLAUDE namun ber-skill yang tinggi. Salam sukses!